Kuliah Umum Nanoteknologi Jean-Frédéric CLERC : Sedot Animo Mahasiswa STTN-BATAN

Yogyakarta (5/16) , bertempat di gedung Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Yogyakarta, kuliah umum dengan narasumber Jean-Frédéric CLERC, Deputi CEA (Comicaria Energi Atomic) bertemakan Nanoteknologi menyedot animo besar mahasiswa.

Dipandu oleh Zumaro, Mahasiswa Elektronika Instrumentasi tingkat kedua STTN BATAN, kuliah umum dibuka dengan sambutan dari Ketua STTN BATAN Yogyakarta Dr. Sutomo Budiarjo, dilanjutkan kuliah utama oleh Jean-Frédéric CLERC . Kuliah tersebut dimoderatori oleh Anwar Budianto D.E.A.

CEA sendiri adalah pemain kunci dalam penelitian teknologi, pemain utama dalam penelitian, pengembangan dan inovasi, Energi Atom dan Energi Alternatif beroperasi di empat bidang utama yakni teknologi energi rendah karbon (nuklir dan terbarukan), teknologi informasi dan komunikasi untuk kesehatan, infrastruktur penelitian yang sangat besar (TGIR), dan pertahanan dan keamanan global. Untuk masing-masing empat bidang, CEA didasarkan pada keunggulan dalam penelitian fundamental dan industri.

CEA yang mengoperasikan lebih dari 10 pusat di seluruh Perancis ini mengembangkan berbagai kemitraan dengan organisasi penelitian lain, pemerintah daerah dan universitas. Dengan kata lain, CEA merupakan bagian integral dari aliansi nasional Perancis yang mengkoordinasikan penelitian di bidang energi (ANCHOR), ilmu kehidupan dan kesehatan (AVIESAN), Sains dan teknologi digital (ALLISTENE) dan Ilmu Lingkungan (AllEnvi). Diakui sebagai ahli dalam bidang keahliannya, CEA sepenuhnya dimasukkan ke kawasan riset Eropa dan memiliki kehadiran internasional yang terus berkembang.

Dalam kuliahnya, Jean-Frédéric CLERC mengatakan bahwa nanoteknologi bahkan sudah dikenal sejak lama. Dalam sejarahnya, penggunaan nanoteknologi emas dan perak untuk pembuatan ornament di atas kaca jendela yang penggunaannya tergantung pada warna dan analisis ukuran partikel. Begitu juga dengan nanoteknologi yang digunakan dalam pedang Damaskus, dan pewarna rambut dengan timbal nanokristal imbal oksida yang dicampur dengan kapur sebagai bahan pewarna yang diencerkan dengan air.

Seiring perkembangannya dewasa ini smarthphone yang dikembangkan dengan bahan nanoteknologi seperti nanoeectronics, nanoteknologi, maupun photorics dengan cepat menguasai pasar-pasar di Eropa. Infrastruktur masa depan untuk komunikasi data, penyimpanan dan pengolahan internet masa depan dengan luas lebar dan memiliki daya rendah (Photonics 3Darchitecture), pararel komputasi menggunakan prosesor tunggal dan tahap akhir adalah CYBER SECURITY . Begitu pula dengan Vehical Listrik (manufaktur dari manusia, bukan robot tapi coboticswhich yang dapat bekerja sebagai pekerjaan manusia, untuk listrik bahan lanjutan, mikroelektronik, nanoteknologi).

Dalam hubungannya dengan teknologi nuklir, nanotechologi dan aktivasi nuklir di bidang energi nuklir mampu diterapkan dalam banyak aspek. Dalam pesawat relasi antara keduanya digunakan untuk peningkatan konduktivitas komposit, untuk baterai dan sel bahan bakar.

Sebagai sebuah negara yang berkonsentrasi memajukan industrinya dalam berbagai bidang dengan tekhnologi, maka perlu adanya energi yang mencukupi untuk proses pengembangan energi tersebut.

Dibagian inilah nuklir memiliki peran yang penting. Dikatakan pula bahwa Prancis akan membangun pembangkit tenaga nuklir untuk memasok energi yang dibutuhkan dan juga untuk merealisasikan berbagai teknologi baru yang memerlukan energi nuklir di dalamnya. Bukanlah hal baru Prancis menggunakan nuklir di dalam kemajuan teknologinya. Bahkan di tahun 2030 negara ini berencana menjadikan nuklir sebagai setengah dari pemasok energi nasionalnya.
Mengenai hal ini muncul pertanyaan akan adakah kerjasama antara Indonesia dengan Prancis untuk pengembangan teknologi nuklir yang masih awam di Indonesia. Berbagai teknologi yang sejatinya menggunakan teknologi nuklir secara tidak disadari telah berkembang dengan pesatnya di berbagai negara maju. Indonesia yang masih merangkak mengembangkan energinya akan sangat terbantu dengan adanya kerjasama dengan Prancis.

Sumber daya manusia yang di persiapkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir maupun BATAN Yogyakarta memang dipersiapkan untuk menjadi orang-orang yang berkompeten dalam hal ini dimasa depan. Oleh karenanya, Rissa, mahasiswi STTN BATAN mempertanyakan adakah jalan untuk melakukan kerjasama antara CEA dengan para peneliti muda yang melakukan penelitian dalam hal tersebut.

Menjawab pertanyaan Rissa, Jean-Frédéric CLERC mengatakan bahwa ada kemungkinan hal itu bisa dilakukan, ditambah lagi sebelumnya Ketua STTN BATAN juga menginginkan hal yang sama. Untuk hal itu dibutuhkan seorang yang berkompeten untuk mampu memenuhi syarat dan ketentuan serta membuka jalan bagi dirinya dengan proses yang tidak sebentar untuk bisa mendapat persetujuan melanjutkan studi ke Prancis. Setelah dirasa kemampuan dan kompetisinya sudah cukup, maka untuk melakukan kerjasama itu tidaklah mustahil.

Sedangkan Sasongko, mahasiswa elektromekanik STTN BATAN ini lebih tertarik mengetahui bagaimana dampak negative dari nanoteknologi itu sendiri. Dikarenakan teknologi yang canggih, dengan alat pelindung diri serta detektor badan dampak negatife sangatlah minim. Begitupun dengan produk yang dihasilkannya telah dijamin keamanannya.

Dengan adanya kunjungan Jean-Frédéric CLERC di STTN BATAN Yogyakarta, diharapkan adanya kerjasama yang mampu direalisasikan dalam bentuk penelitian dan pengembangan bersama teknologi nuklir dalam berbagai bidang khususnya industri yang melibatkan peranan dari kedua negara yakni Indonesia dan Prancis (desi/Depkominfo).

Satu Tujuan & Satu Misi , BEM adakan Rapat Koordinasi (RAKOR)

Yogyakarta (20/04) DEPKOMINFO BEM – “Rapat Koordinasi (RAKOR) merupakan wadah untuk membentuk satu tujuan dan satu misi semua organisasi kemahasiswaan di STTN agar antar organisasi dapat berjalan beriringan untuk mencapai tujuan tersebut, juga sebagai wadah penghubung aspirasi mahasiswa STTN yang tidak ternaungi” tutur M.Indrik, Ketua BEM STTN-BATAN 2013/2014 dalam sambutannya pada acara RAKOR MPM, BEM, DPM, HIMA, dan UKM.

RAKOR yang bertempat di ruang kuliah 12, dan dihadiri oleh 31 peserta ini, agak berbeda dari RAKOR-RAKOR sebelumnya, karena pada RAKOR kali ini panitia juga mengundang pembina dari setiap organisasi kemahasiswaan di STTN. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi miss communication antara pembina dan organisasi di bawahnya, dan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain, pembina yang satu dengan yang lain, serta pembina yang satu dengan organisasi yang lainnya.

Rapat ini membahas mengenai program kerja setiap organisasi selama satu tahun kepengurusan, membahas rincian anggaran dana kemahasiswaan, menyelaraskan format proposal untuk setiap organisasi, dan membahas mengenai regulasi MPM yang merupakan organisasi baru di STTN.

Pembahasan program kerja ini, dimaksudkan untuk menyelaraskan program kerja antara BEM, DPM, MPM dengan UKM dan HIMA yang ada di STTN BATAN untuk periode kepengurusan 2013/2014. Dari DPM, BEM, HIMA, dan UKM masing-masing mempunyai gebrakan baru mengenai program kerjanya. Contohnya dari BEM sendiri akan mengganti acara tahunan STTN AWARD menjadi Dies Natalis STTN, dan menambah program kerja yang baru seperti Young and Top dari Departemen Pengmbangan Mahasiswa, PORSI atau Pekan Olahraga dan Seni dari Departemen Olahraga yang bekerjasama dengan UKM Musik, English Day dan English Camp dari Departemen Pengembangan Mahasiswa, dan masih banyak lagi. Dari HIMA TKN juga mempunyai program baru yaitu TKN KORZA, TKN KORZA ini merupakan kegiatan rutin dari HIMA TKN untuk mengakrabkan setiap anggota HIMA TKN mulai dari senior sampai junior. “Untuk MAKRAB jurusan, saya mengarapkan agar ketiga jurusan melakukan MAKARAB pada tanggal yang sama, yaitu pada minggu ketiga bulan September” ucap tutur Refa Martatiana, Sekretaris Jendral BEM STTN-BATAN 2013/2014.

Pada periode kepengurusan 2013/2014 ini, semua penilaian mengenai the best UKM dan the best HIMA, ditangani langsung oleh DPM. Berbeda dengan penilaian tahun lalu, penialaian pada tahun ini lebih terstruktur dan lebih jelas kriteria penilaiannya. Bapak M. Khoiri selaku pembina dari UKM KALAM, sangat mendukung program baru dari DPM ini. Beliau juga menyampaikan akan lebih baik jika HIMA atau UKM yang mendapatkan point lebih besar dari standar yang telah ditetapkan akan mendapatkan penghargaan dan jika HIMA atau UKM mendapatkan point dibawah standar akam mendapatkan sanksi. Penghargaan dan sanksinya berupa penambahan dan pengurangan dana pembinaan untuk setiap HIMA atau UKM.

Dalam rapat ini juga dibahas mengenai perubahan pembina untuk semua organisasi kemahasiswaan di STTN, “Pembina organisasi dalam bidang kesenian adalah Bapak Djiwo Harsono, pembina organisasi bidang olahraga adalah Bapak Surakhman, pembina organisasi bidang IPTEK adalah Bapak Anwar Budianto, pembina UKM PERS BETA adalah Ibu Maria Christina P, pembina organisasi kegiatan sosial adalah Bapak Totok Dermawan, dan pembina organisasi kewirausahaan adalah Bapak M. Khoiri” terang Ibu Rita Tyas Mulasih.

Acara rapat koordinasi ini diakhiri dengan do’a penutup oleh Abdul Jabarutyas P. ketua UKM KALAM periode 2013/2014, dan foto bersama (Fiqoh/Depkominfo).

Berani & Percaya Diri, Modal Awal Wirausahawan

Yogyakarta (08/4), Depkominfo – Sama halnya dengan kehidupan yang pasti alami sakit, dalam berwirausaha pasti mengalami kegagalan. Namun, kegagalan itu perlu guna menjadi batu loncatan agar lebih sukses. “Sehingga jiwa pemberani dan percaya diri merupakan modal awal untuk menjadi seorang wirausahawan” tegas Bapak Ir. Bejo Rudiantoro, MM. M.Sc, pembica dalam acara workshop kewirausahawan yang digelas di lantai III RK 11 & 12 gedung STTN – BATAN Yogyakarta.

Acara workshop yang dimulai pukul 10:00 WIB mengangkat tema “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahawan, Peluang, & Tantangan” ini dihadiri oleh peserta dari mahasiswa STTN – BATAN yang sekarang berada disemester ke-6. Selain itu hadir pula beberapa dosen STTN – BATAN, seperti Ibu Ir. Giyami, Bapak Bangun Pribadi, M.Eng, Bapak Ir. Zaenal Abidin, M.Kes, Bapak Drs. Supriyono, M.Sc, dan lain-lain.

Acara yang dibuka langsung oleh Pembantu Ketua III STTN – BATAN, Drs. Suriyono, M.Sc ini berjalan dengan penuh antusias dari peserta yang hadir guna mendengarkan pemaparan dari Bapak Ir. Bejo Rudiantoro, MM. M.Sc, seorang Direktur PT. Alamjaya Makmur Sejahtera, Direktur PT. Bumi Kahuripan Sejahtera, dan komisaris Utama PT. Multi Group. “Acara seperti workshop ini sangat bagus untuk kalian ambil pelajarannya, sejatinya pembicara kita kali adalah seorang pengusaha nasional yang memulai karirnya dari nol. Jika ingin bertanya kiat sukses untuk menjadi pengusaha, jangan segan-segan untuk bertanya, karena kesempatan hari ini adalah kesempatan yang langkah” ucap Bapak Drs. Supriyono, M.Sc dalam sambutannya mewakili ketua STTN – BATAN.

Dengan pengalaman yang telah dialami berpuluh-puluh tahun, Beliau paham betul kiat-kiat menjadi seorang wirausahawan. Berawal dari pemahaman yang Beliau dapatkan langsung dari orang tuanya, Bapak yang akrab dipanggil Bapak Bejo ini, memulai pengalaman kerjanya didalam sebuah perusahaan biasa, kemudian dengan modal berani dan percaya diri, Beliau mengundurkan diri dari perusahaan tersebut dan mendirikan PT nya sendiri. “Tindakan yang pertama kali lakukan saat itu adalah berusaha untuk berani mengambil resiko. Dengan kepercayaan diri, saya awali untuk menitih karir dengan membangun PT saya sendiri. Saya adalah lulusan dari fakultas kehutanan UGM, namun saya saat itu bercita-cita untuk bekerja dibagian SDA. Prinsip yang selalu saya pegang untuk mencapai itu adalah jika saya tidak punya keahlian dalam bidang itu, maka ada dua posisi pilihan buat saya, yakni saya berada pada posisi paling bawah (pesuruh) atau saya yang berada paling atas (pemimpin) dari perusahaan tersebut. Dan semenjak itu, saya beranikan diri untuk membangun PT saya sendiri, walaupun dengan kondisi yang jauh dari mampu” tegas Bapak Bejo ditengah-tengah workshop yang ia bawakan ketika acara berlangsung.

Beliau juga menambahkan bahwa menjadi seorang wirausahawan posisinya sangat strategis. Dia bisa masuk dimana saja. Dan syarat terpenting untuk menjadi wirausahawan adalah Amati, Tiru, Modifikasi, Rencanakan, dan terkhir Laksanakan. Yang terpenting adalah bagaimana cara membuat diri kita berbeda dengan yang lain. “Jadilah orang yang meski dikubur 70 tahun lalu, namun ide dan gagasannya hidup 30 tahun kedepan. Daripada sebaliknya. Orang yang ide dan gagasannya telah mati di umur 30 tahun, namun baru dikubur 70 tahun kemudian” tambahnya diakhir acara sebagai pesan kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Sebelum acara benar-benar berakhir, Beliau juga menantang mahasiswa STTN – BATAN untuk menjadi seorang wirausahawan “Saya tantang adik-adik semua, mahasiswa STTN – BATAN yang hadir didalam ruang ini dalam 10 atau 15 tahun kedepan untuk menjadi seorang wirausahawan!”. Ayo teman-teman, siap dengan tantangannya? Kalian yang menjawabnya (Andri/Depkominfo).

Kumpulan foto-foto kegiatan Workshop Kewirausahawan :

Evaluasi UKM dan HIMA, BEM Gelar Rapat Kordinasi II

Yogyakarta, Depkominfo BEM – Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa pada sabtu (24/2) kemarin, membuka rapat koordinasi yang bertempat di ruang kuliah 12 gedung kampus STTN-BATAN Yogyakarta. Agenda kali itu dihadiri oleh perwakilan dari himpunan mahasiswa keprodian, unit kegiatan mahasiwa, dan pengurus harian badan eksekutif mahasiswa. Masing-masing perwakilan diberi waktu untuk memaparkan laporan penggunaan dana yang diperoleh dari pihak kampus untuk tahun anggaran 2012.


Pengurus Harian BEM yang memimpin rapat kordinasi II

Acara ini sendiri merupakan kegiatan yang kedua dan merupakan program kerja dari Departemen Internal Kampus (INKA) BEM STTN. Tujuan utamanya adalah untuk melakukan evaluasi program kerja selama satu periode kepengurusan dari seluruh organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus STTN-BATAN.

Secara umum, seluruh unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan himpunan mahasiswa (HIMA) keprodian telah berhasil melaksanakan program kerjanya. Namun, beberapa diantaranya masih menemui kendala terkait masalah pendanaan dan pencairan bantuan dari pihak kampus. “Jatah untuk hima elins, awalnya kami alokasikan untuk kegiatan makrab pada bulan Sepetember lalu” papar Rosisk Apribra. “Tapi, dana dari pihak kampus baru bisa cair satu minggu setelah makrab diadakan” sambung salah satu delegasi dari hima elins itu.

Permasalahan ruang kesekretariatan untuk UKM dan HIMA menjadi masalah yang tidak luput dibahas dalam rapat koordinasi pagi itu. Selama ini, memang hanya badan ekesekutif mahasiswa yang memiliki ruang kesekretariatan. Baik ukm, hima sampai club-club yang baru berdiri pun masih menumpang ruang BEM yang terletak di lantai III sayap utara itu, sebagai kesekretaritannya. Untuk mengatasi hal ini, pihak BEM menawarkan untuk menjadikan ruang kuliah 9 sebagai ruang 3 HIMA. “Ruang kuliah 9 tidak digunakan dalam aktivitas kuliah, kalo mau itu bisa jadikan sebagai kesekretariatan untuk HIMA” ujar Pratiwi menjawab pertanyaan dari delegasi HIMA.

Setelah evaluasi kinerja HIMA dan UKM, Pratiwi selaku Sekretaris Jenderal BEM juga ikut menjelaskan tentang alur pengajuan proposal kegiatan dan pencairan dana. “Untuk memudahkan dalam pengarsipan dan koreksi, proposal kegiatan yang diajukan ke BEM sebaiknya berupa soft copy, kemudian dikoreksi baru dicetak dan diserahkan” ujarnya. Setelah proposal dikoreksi barulah panitia kegiatan dapat mengajukan proposal untuk ditanda-tangani oleh pihak-pihak yang terkait. Hal ini sengaja dilakukan untuk mempermudah kepanitiaan dalam pengajuan proposal yang sesuai dengan birokrasi kampus.

Dalam kesempatan kali itu juga bendahara umum BEM STTN-BATAN, Syamsul Fallah ikut menyampaikan presentasi tentang plot dana kegiatan mahasiswa tahun anggaran 2013. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk dibicarakan agar kelak tidak terjadi kesalahpahaman antar organisasi kemahasiswaan menyangkut masalah dana. Secara umum, anggaran dana untuk hima dan ukm mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun lalu. Perbedaan spesifik terlihat dari dana yang dianggarkan untuk biaya transportasi atlet-atlet OPTK. “Biaya sewa bus untuk para atlet kami anggarkan sebesar 5 juta lebih ” imbuhnya. Sebagai tambahan ia menjelaskan bahwa, langkah ini sengaja diambil untuk memotivasi para atlet memperoleh prestasi di ajang tahunan yang mempertemukan seluruh perguruan tinggi kedinasan (PTK) di Indonesia itu.(astro)

Mantan Kepala BATAN Bangkitkan Motivasi Mahasiswa STTN

Yogyakarta, Depkominfo BEM – Bertempat di ruang kuliah lantai 4 gedung STTN-BATAN Yogyakarta telah diadakan acara kuliah umum pembangkit motivasi. Hadir sebagai pembicara utama mantan kepala BATAN periode 2007-2012 Dr. Hudi Hastowo. Kuliah yang diikuti oleh seluruh mahasiswa tingkat 4 itu mengambil tema “Motivasi Diri Sebagai Calon Sarjana Sains Terapan Nuklir yang Mandiri”.


Mantan Kepala BATAN dan Ketua STTN

Tujuan dari kuliah umum pembangkit motivasi ini sendiri adalah untuk memberikan wawasan, meningkatkan kemampuan, dan daya saing mahasiswa STTN sebagai calon sarjana sains terapan nuklir. Dengan adanya kuliah umum ini diharapkan mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas, mempunyai spirit untuk belajar lebih serius, dan mengetahui bahwa tantangan kedepannya khususnya di dunia kerja tidak mudah.


Peserta Kuliah Umum Motivasi

Tepat pukul 10.00 wib kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Dr. Sutomo Budiharjo, M.Eng. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menyampaikan ucapan terimakasih sebesar-sebesarnya atas kedatangan Bapak Dr. Hudi Hastowo ke STTN. “Disela-sela kesibukan yang padat telah berkenan hadir di STTN untuk memberikan kuliah umum dan memberi motivasi dan membuka wawasan mahasiswa yang kelak akan mencari pekerjaan sebagai sarjana nuklir” tambahnya.

Dalam materinya Dr. Hudi Hastowo, membagi pengalamannya menjadi seorang pemimipin saat beliau menjabat sebagai kepala BATAN. “Jadilah orang yang terbuka dan mau menerima feedback untuk menjadi orang yangt maju” imbuhnya . Beliau juga berpesan bahwa hal terpenting yang harus dijaga saat bekerja adalah attitude atau sikap juga disertai kedisiplinan diri.

Setelah penyampaian materi juga dilakukan diskusi bersama dengan moderator Dr. Sutomo Budiharjo, M.Eng. Para peserta yang merupakan mahasiswa semeseter VII jurusan teknofisika dan teknokimia nuklir ini, rupanya cukup antusias menyimak materi demi materi yang dipresentasikan penyaji. Alhasil, banyak pertayaan yang diajukan dan langsung dijawab oleh penyaji yang dikenal cukup akrab dekat dengan mahasiswa/i STTN itu.


Pembagian Buku Kepada Peserta Terpilih

Sekitar pukul 12.30 wib acara di tutup dengan doa yang dipimpin oleh Ir. Bangun Wasito, M.Sc. Pada akhir acara, tiga peserta terpilih juga diberikan buku-buku motivasi yang sering dibaca oleh mantan kepala BATAN itu. Sebelum peserta keluar ruangan, beliau yang merupakan alumnus UGM itu kembali berpesan bahwa : Juara hanya ada satu, paling tidak maksimal 3 orang, dan itu butuh perjuangan ! (astro)

Foto-foto lengkap kegiatan, dapat dilihat disini

Di Pantai Sundak Keakraban HIMA Elins Dibentuk

Gunung Kidul, Depkominfo BEM– Hamparan pasir putih serta suasana yang masih sangat alami pantai sundak sengaja dipilih oleh panitia untuk menyelanggarakan malam keakraban (makrab) hima elins STTN-BATAN pada sabtu dan ahad lalu (8-9/9). Acara yang diikuti oleh sekitar 70an orang mahasiswa dari angkatan 2008-2012 ini berlangsung di salah satu pantai pasir putih Desa Sidoharjo Kecamatan Tepus Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta.

Menurut Ketua Panitia Deni Nada Kurniawan, acara ini sendiri merupakan program kerja divisi internal dan bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan dan silaturahmi antar mahasiswa elektronika instrumentasi. “Acara ini khusus diperuntukkan untuk mahasiswa baru 2012, agar lebih kenal dan dekat dengan kakak tingkatnya” ujarnya.

Sabtu siang, tepatnya pada pukul 13.00 para peserta berangkat dari serambi masjid Dzaratul Khair dan dilepas langsung oleh PUKET III bidang kemahasiswaan Drs. Supriyono, M.Sc.


Puket III saat memberi pengarahan sebelum melepas rombongan

Sesampai di lokasi, para peserta langsung dimanjakan dengan keindahan suasana langit sore di pesisir pantai. Tidak tampak rasa lelah terpancar dari raut muka peserta, setelah hampir 2 jam menempuh perjalanan jauh menggunakan 3 mobil. Air laut yang sedang surut saat itu, juga memberi kesempatan untuk melihat biota-biota laut mungil yang sedang bersembunyi di batu karang.


Suasana keakraban antar peserta dan panitia

Ramah tamah diruang tamu penginapan, mengawali acara makrab sore itu. Dalam acara tersebut, Seluruh peserta dan panitia diberi kesempatan untuk memperkenalkan dirinya.

Setelah santap malam, para peserta diberi presentasi tentang serangkaian acara dies natalis einsten.com dan nonton bareng film pendek “Kurma dari Karma” karya elins 2009 yang sempat menjadi juara 2 dalam short movie competition 2012 . Suasana kekaraban semakin terasa saat seluruh peserta dan panitia mempertujukkan pentas seni dalam kehangatan api unggun yang dilakukan setelahnya.

Pada ahad pukul 02.00 wib, seluruh peserta dibangunkan untuk mengikuti acara outbond dan sisir pantai. Para peserta ditugaskan untuk mengumpulkan bendera sebanyak-banyaknya. Setelah menikmati keindahan sunrise dipantai, diadakan games tarik tambang, tusuk balon dan terompah panjang. Dalam acara ini, hadir pula Ketua Prodi Elektronika Instrumentasi Sukarman, S.T, M.Eng yang ikut berbaur dengan mahasiswa.


games : tarik tambang

Setelah berkemas, rombongan akhirnya kembali ke kampus untuk makan siang dan pentupan. Acara ini akhirnya ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang di serambi masjid Dzaratul Khair. (astro)

73 Robot Adu Cepat Berebut 4 Thropy dan 6,5 Juta Rupiah

Yogyakarta – Suasana ballroom Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri UGM siang itu sedikit berbeda. Sekitar 300an orang mahasiswa memadati gedung berlantai 2 tersebut. Tepat di tengah ruangan ada lintasan hitam berkelok-kelok yang menjadi pusat perhatian. Di sisi lain, tidak sedikit mahasiswa yang tengah serius berdiskusi dengan temannya atau sedang meng-coding di depan layar komputer jinjing mereka.

Program Diploma Teknik Elektro – UGM sabtu siang kemarin mengadakan Road Runner Line Follower Contest 2012. Lomba yang diikuti oleh 73 tim ini merupakan serangkaian acara dari Indonesia Technogreen Festival 2012 yang diselenggarakan 2 hari, tepatnya pada tanggal 16-17 Juni 2012. Mengambil tema “Memantik Teknologi dengan Jiwa yang Sehat Sebagai Titik Reformasi Kebangkitan Nasional” juga diselenggarakan pameran teknologi yang diadakan bersamaan dengan lomba robot.


deretan robot peserta

Dalam kontes kali ini, tim robotik STTN-BATAN sendiri meluncurkan 5 tim. Masing-masing yaitu Zirkonium 40 yang dimotori Gina Kusuma, Banggal dengan ketua tim Bangkit Beniardi, Nuclear for Peace dengan robot milik Yudha Kristanto, Kaze yang semua anggotanya dari elins 2010 serta EMC dengan programmer Hasto Kurniawan. Keseluruahan peserta terbagi atas 19 group. Adapaun kelima tim robotik STTN menempati group yang berbeda-beda. Sehingga tidak saling bertemu di babak penyisihan kemarin.


Bangkit dan Galih (tim bangggal) saat berdiskusi tentang program

Semua robot diharuskan untuk dapat melintasi track berkelok-kelok yang cukup susah. Tidak heran banyak robot peserta yang gagal finish bahkan tidak mampu melewati check point 1. Diperlukan kombinasi kepekaan sensor dan coding pogram yang tepat, agar robot dapat berjalan dengan mulus di lintasan.


Gina K (tim zirconium 40) memulai start pada sesi pertama

Dalam babak penyisihan kemarin, dilakukan 2 sesi perlombaan. Setiap peserta diberi kesempatan dua kali melintas track selama 3 menit dan hasilnya akan diakumulasikan untuk menentukan tim yang berhak melangkah ke babak selanjutnya. Hasil beragam diperoleh kelima tim robotic STTN-BATAN. Pada sesi pertama, Kaze yang menempati group 1 berhasil menjadi yang terdepan mengungguli 3 pesaingnya. Dengan kesalahan coding pogram , banggal tak mampu berbuat banyak dilintasan. Nuclear for Peace pun belum menunjukkan peforma yang maksimal. Hasil cukup memuaskan ditunjukkan robot tim EMC yang dioperasikan oleh Herdi Affrizal. Sistem hardware nampaknya masih menjadi masalah serius bagi tim Zirkonium 40 yang terpaksa harus mengundurkan diri setelah menjalani sesi pertama.

“ Saat rangkaian driver dihubungkan pada mynsis, tampilan pada LCD menjadi Errror” ungkap ajik anggota tim zirconium 40. Menurutnya, permasalahan ini baru muncul saat robot dibawa ke UGM. “Padahal semalam robot baik-baik saja, bahkan tadi pagi sebelum berangkat saat masih di kampus robot tidak papa” lanjutnya.

Setelah melewati 2 sesi babak penyisihan, tim robotik STTN hanya menyisakan 2 tim yaitu Kaze dan EMC. Namun sayang perjuangan kedua tim tersebut pun juga harus terhenti. Persaiangan dengan robot-robot dominan yang cukup berat dari PNJ, UNY dan UGM sejak penyisihan akhirnya menghentikan langkah EMC pada babak 16 besar.

Adapun babak 8 besar akan diadakan ahad hari ini 17 Juni 2012 ditempat yang sama. Tim yang lolos ke babak ini berpeluang besar mendapat 4 thropy dan uang dengan total 6,5 juta rupiah yang disediakan oleh pihak panitia.(astro)

Lihat foto-foto selengkapnya disini disini

OLED

OLED
Dilansir melalui EFY Times, Senin (18/5/2009), Panasonic dan Sumitomo Chemical dikabarkan sedang bekerja sama untuk memproduksi layar TV OLED berukuran 40 inci. layar tersebut akan mulai diproduksi pada tahun 2010 dan diharapkan akan menghasilkan layar TV dengan harga yang cukup murah. Tidak hanya itu, layar OLED besutan Panasonic ini juga dikabarkan cukup hemat energi, hanya mengonsumsi tenaga sekira 40 watt dan dapat dipasarkan pada tahun 2015. Tetapi pada bulan April-Juni 2010, riset Display Search.Ltd menemukan, televisi OLED meraih pertumbuhan volume penjualan global terendah dibandingkan para pesaingnya pada kuartal kedua. Oleh karena itu, kita harus mengetahui apa itu OLED? [Read more...]

NANOGENERATOR

Di dunia ini, segala sesuatu pasti membutuhkan sumber energy untuk menggunakan sesuatu, misalnya : mesin akan bekerja jika ada bahan bakar, alat elektronik akan menyala jika ada sumber listrik dan sebagainya. Oleh karena itu, perangkat yang dibuat dalam skala nano tidak akan bekerja sebagai sensor bila tidak ada sumber energy, yaitu baterai. Karena tidak ada baterai berskala nano yang dapat dipasang di nanodevice, para peneliti telah mengembangkan daya kreasinya dengan mengambil energy tersebut dari lingkungan mereka. Sebuah studi baru yang dipublikasikan menggambarkan nanogenerator dapat mengubah energy kinetic menjadi energy listrik. [Read more...]