Evaluasi UKM dan HIMA, BEM Gelar Rapat Kordinasi II

Yogyakarta, Depkominfo BEM – Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa pada sabtu (24/2) kemarin, membuka rapat koordinasi yang bertempat di ruang kuliah 12 gedung kampus STTN-BATAN Yogyakarta. Agenda kali itu dihadiri oleh perwakilan dari himpunan mahasiswa keprodian, unit kegiatan mahasiwa, dan pengurus harian badan eksekutif mahasiswa. Masing-masing perwakilan diberi waktu untuk memaparkan laporan penggunaan dana yang diperoleh dari pihak kampus untuk tahun anggaran 2012.


Pengurus Harian BEM yang memimpin rapat kordinasi II

Acara ini sendiri merupakan kegiatan yang kedua dan merupakan program kerja dari Departemen Internal Kampus (INKA) BEM STTN. Tujuan utamanya adalah untuk melakukan evaluasi program kerja selama satu periode kepengurusan dari seluruh organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus STTN-BATAN.

Secara umum, seluruh unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan himpunan mahasiswa (HIMA) keprodian telah berhasil melaksanakan program kerjanya. Namun, beberapa diantaranya masih menemui kendala terkait masalah pendanaan dan pencairan bantuan dari pihak kampus. “Jatah untuk hima elins, awalnya kami alokasikan untuk kegiatan makrab pada bulan Sepetember lalu” papar Rosisk Apribra. “Tapi, dana dari pihak kampus baru bisa cair satu minggu setelah makrab diadakan” sambung salah satu delegasi dari hima elins itu.

Permasalahan ruang kesekretariatan untuk UKM dan HIMA menjadi masalah yang tidak luput dibahas dalam rapat koordinasi pagi itu. Selama ini, memang hanya badan ekesekutif mahasiswa yang memiliki ruang kesekretariatan. Baik ukm, hima sampai club-club yang baru berdiri pun masih menumpang ruang BEM yang terletak di lantai III sayap utara itu, sebagai kesekretaritannya. Untuk mengatasi hal ini, pihak BEM menawarkan untuk menjadikan ruang kuliah 9 sebagai ruang 3 HIMA. “Ruang kuliah 9 tidak digunakan dalam aktivitas kuliah, kalo mau itu bisa jadikan sebagai kesekretariatan untuk HIMA” ujar Pratiwi menjawab pertanyaan dari delegasi HIMA.

Setelah evaluasi kinerja HIMA dan UKM, Pratiwi selaku Sekretaris Jenderal BEM juga ikut menjelaskan tentang alur pengajuan proposal kegiatan dan pencairan dana. “Untuk memudahkan dalam pengarsipan dan koreksi, proposal kegiatan yang diajukan ke BEM sebaiknya berupa soft copy, kemudian dikoreksi baru dicetak dan diserahkan” ujarnya. Setelah proposal dikoreksi barulah panitia kegiatan dapat mengajukan proposal untuk ditanda-tangani oleh pihak-pihak yang terkait. Hal ini sengaja dilakukan untuk mempermudah kepanitiaan dalam pengajuan proposal yang sesuai dengan birokrasi kampus.

Dalam kesempatan kali itu juga bendahara umum BEM STTN-BATAN, Syamsul Fallah ikut menyampaikan presentasi tentang plot dana kegiatan mahasiswa tahun anggaran 2013. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk dibicarakan agar kelak tidak terjadi kesalahpahaman antar organisasi kemahasiswaan menyangkut masalah dana. Secara umum, anggaran dana untuk hima dan ukm mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun lalu. Perbedaan spesifik terlihat dari dana yang dianggarkan untuk biaya transportasi atlet-atlet OPTK. “Biaya sewa bus untuk para atlet kami anggarkan sebesar 5 juta lebih ” imbuhnya. Sebagai tambahan ia menjelaskan bahwa, langkah ini sengaja diambil untuk memotivasi para atlet memperoleh prestasi di ajang tahunan yang mempertemukan seluruh perguruan tinggi kedinasan (PTK) di Indonesia itu.(astro)

About Argo Satrio
Ketua Depkominfo BEM STTN-BATAN Yogyakarta, Prodi Elins Angkatan 2009

Speak Your Mind

*