SERAGAM MAHASISWA BARU POSTER 2013

Mahasiswa Baru (MABA) atau Peserta POSTER 2013 Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - BATAN diwajibkan memakai seragam yang telah ditentukan oleh Panitia POSTER 2013. Berikut adalah ketentuannya :

  1. Untuk perempuan, memakai sepatu Pantovel berwarna hitam polos. Untuk laki-laki, memakai PDH bertali berwarna hitam polos.
  2. Baik laki-laki maupun perempuan mengenakan kaos kaki putih (15 cm dari mata kaki).
  3. Baik laki-laki maupun perempuan mengenakan kemeja berwarna putih, satu saku sisi kiri, berkerah, lengan panjang berkancing, tidak bermotif, dan tidak transparan. Dan diwajibkan memakai singlet putih untuk laki-laki.
  4. Untuk perempuan mengenakan rok panjang berwarna hitam dan ada ploi dibagian belakang. Untuk laki-laki mengenakan celana panjang berwarna hitam standar (tidak berbentuk pensil atau botol).
  5. Baik laki-laki maupun perempuan mengenakan ikat pinggang berwarna hitam (polos) mengkilap dengan kepala gesper polos (ukuran normal).
  6. Untuk perempuan yang berjilbab wajib mengenakan jilbab berwarna putih (polos atau tanpa motif) dan berbahan katun.

 

Yogyakarta, 17 Juni 2013

TTD

Panitia POSTER 2013

Mahasiswa TKN Kunjungi Instalasi Pengolahan Air Limbah

Yogyakarta (03/06) – Depkominfo, Dalam rangka menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, mahasiswa program studi Teknokimia Nuklir STTN-BATAN melakukan kunjungan ke Balai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bantul, Yogyakarta (Senin/3 Juni 2013).

Kegiatan kunjungan yang diselenggarakan oleh bidang Riset dan Teknologi (RISTEK) HIMA Teknokimia Nuklir ini diikuti oleh 40 mahasiswa Teknokimia Nuklir yang berasal dari tiga angkatan, yakni angkatan 2010, 2011, dan 2012.

Balai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) telah beroperasi dari tahun 1996 ini, mengolah air limbah rumah tangga yang ada di kawasan Bantul, Sleman, dan Yogyakarta, dengan unit pengolahan air limbah (Data September 2012) sebanyak 14.201 sambungan rumah. Balai yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral daerah DIY ini bertugas untuk melakukan pengelolaan sistem jaringan utama dan pengoperasian sarana dan prasarana instalasi air.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang didirikan di atas lahan seluas 6,7 Ha ini mengolah produksi limbah rumah tangga dari 110.000 jiwa dengan volume 15.550 m3/harinya.

Dalam penjelasannya, Ibu Supratin, salah seorang petugas balai IPAL menambahkan bahwa “IPAL ini hanya mengolah air limbah dari rumah tangga saja, seperti air bekas cucian, mandi, kakus, dan sebagainya. Air yang telah diolah belum dimanfaatkan untuk keperluan rumah, melainkan langsung dialirkan pada sungai Bedog melalui pipa tertutup dan kanal terbuka”.

Kegiatan kunjungan yang berlangsung selama 3 jam ini membawa antusiasme dari mahasiswa Teknokimia Nuklir untuk mengetahui lebih banyak mengenai pengolahan air limbah. Mulai dari pertanyaan mengenai unit proses pengolahan hingga pada proses perawatan peralatan pengolahan air limbah itu sendiri. Kegiatan kunjungan berakhir setelah melakukan keliling langsung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kami dari pihak balai IPAL merasa sangat senang dengan kedatangan adik-adik mahasiswa STTN-BATAN yang sangat antusias belajar mengenai pengolah air limbah yang ada di sini. Semoga ilmu yang sedikit ini bisa bermanfaat” tambah Ibu Supratin ketika ditanyai mengenai kesannya (Andri/Depkominfo).

Kuliah Umum Nanoteknologi Jean-Frédéric CLERC : Sedot Animo Mahasiswa STTN-BATAN

Yogyakarta (5/16) , bertempat di gedung Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Yogyakarta, kuliah umum dengan narasumber Jean-Frédéric CLERC, Deputi CEA (Comicaria Energi Atomic) bertemakan Nanoteknologi menyedot animo besar mahasiswa.

Dipandu oleh Zumaro, Mahasiswa Elektronika Instrumentasi tingkat kedua STTN BATAN, kuliah umum dibuka dengan sambutan dari Ketua STTN BATAN Yogyakarta Dr. Sutomo Budiarjo, dilanjutkan kuliah utama oleh Jean-Frédéric CLERC . Kuliah tersebut dimoderatori oleh Anwar Budianto D.E.A.

CEA sendiri adalah pemain kunci dalam penelitian teknologi, pemain utama dalam penelitian, pengembangan dan inovasi, Energi Atom dan Energi Alternatif beroperasi di empat bidang utama yakni teknologi energi rendah karbon (nuklir dan terbarukan), teknologi informasi dan komunikasi untuk kesehatan, infrastruktur penelitian yang sangat besar (TGIR), dan pertahanan dan keamanan global. Untuk masing-masing empat bidang, CEA didasarkan pada keunggulan dalam penelitian fundamental dan industri.

CEA yang mengoperasikan lebih dari 10 pusat di seluruh Perancis ini mengembangkan berbagai kemitraan dengan organisasi penelitian lain, pemerintah daerah dan universitas. Dengan kata lain, CEA merupakan bagian integral dari aliansi nasional Perancis yang mengkoordinasikan penelitian di bidang energi (ANCHOR), ilmu kehidupan dan kesehatan (AVIESAN), Sains dan teknologi digital (ALLISTENE) dan Ilmu Lingkungan (AllEnvi). Diakui sebagai ahli dalam bidang keahliannya, CEA sepenuhnya dimasukkan ke kawasan riset Eropa dan memiliki kehadiran internasional yang terus berkembang.

Dalam kuliahnya, Jean-Frédéric CLERC mengatakan bahwa nanoteknologi bahkan sudah dikenal sejak lama. Dalam sejarahnya, penggunaan nanoteknologi emas dan perak untuk pembuatan ornament di atas kaca jendela yang penggunaannya tergantung pada warna dan analisis ukuran partikel. Begitu juga dengan nanoteknologi yang digunakan dalam pedang Damaskus, dan pewarna rambut dengan timbal nanokristal imbal oksida yang dicampur dengan kapur sebagai bahan pewarna yang diencerkan dengan air.

Seiring perkembangannya dewasa ini smarthphone yang dikembangkan dengan bahan nanoteknologi seperti nanoeectronics, nanoteknologi, maupun photorics dengan cepat menguasai pasar-pasar di Eropa. Infrastruktur masa depan untuk komunikasi data, penyimpanan dan pengolahan internet masa depan dengan luas lebar dan memiliki daya rendah (Photonics 3Darchitecture), pararel komputasi menggunakan prosesor tunggal dan tahap akhir adalah CYBER SECURITY . Begitu pula dengan Vehical Listrik (manufaktur dari manusia, bukan robot tapi coboticswhich yang dapat bekerja sebagai pekerjaan manusia, untuk listrik bahan lanjutan, mikroelektronik, nanoteknologi).

Dalam hubungannya dengan teknologi nuklir, nanotechologi dan aktivasi nuklir di bidang energi nuklir mampu diterapkan dalam banyak aspek. Dalam pesawat relasi antara keduanya digunakan untuk peningkatan konduktivitas komposit, untuk baterai dan sel bahan bakar.

Sebagai sebuah negara yang berkonsentrasi memajukan industrinya dalam berbagai bidang dengan tekhnologi, maka perlu adanya energi yang mencukupi untuk proses pengembangan energi tersebut.

Dibagian inilah nuklir memiliki peran yang penting. Dikatakan pula bahwa Prancis akan membangun pembangkit tenaga nuklir untuk memasok energi yang dibutuhkan dan juga untuk merealisasikan berbagai teknologi baru yang memerlukan energi nuklir di dalamnya. Bukanlah hal baru Prancis menggunakan nuklir di dalam kemajuan teknologinya. Bahkan di tahun 2030 negara ini berencana menjadikan nuklir sebagai setengah dari pemasok energi nasionalnya.
Mengenai hal ini muncul pertanyaan akan adakah kerjasama antara Indonesia dengan Prancis untuk pengembangan teknologi nuklir yang masih awam di Indonesia. Berbagai teknologi yang sejatinya menggunakan teknologi nuklir secara tidak disadari telah berkembang dengan pesatnya di berbagai negara maju. Indonesia yang masih merangkak mengembangkan energinya akan sangat terbantu dengan adanya kerjasama dengan Prancis.

Sumber daya manusia yang di persiapkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir maupun BATAN Yogyakarta memang dipersiapkan untuk menjadi orang-orang yang berkompeten dalam hal ini dimasa depan. Oleh karenanya, Rissa, mahasiswi STTN BATAN mempertanyakan adakah jalan untuk melakukan kerjasama antara CEA dengan para peneliti muda yang melakukan penelitian dalam hal tersebut.

Menjawab pertanyaan Rissa, Jean-Frédéric CLERC mengatakan bahwa ada kemungkinan hal itu bisa dilakukan, ditambah lagi sebelumnya Ketua STTN BATAN juga menginginkan hal yang sama. Untuk hal itu dibutuhkan seorang yang berkompeten untuk mampu memenuhi syarat dan ketentuan serta membuka jalan bagi dirinya dengan proses yang tidak sebentar untuk bisa mendapat persetujuan melanjutkan studi ke Prancis. Setelah dirasa kemampuan dan kompetisinya sudah cukup, maka untuk melakukan kerjasama itu tidaklah mustahil.

Sedangkan Sasongko, mahasiswa elektromekanik STTN BATAN ini lebih tertarik mengetahui bagaimana dampak negative dari nanoteknologi itu sendiri. Dikarenakan teknologi yang canggih, dengan alat pelindung diri serta detektor badan dampak negatife sangatlah minim. Begitupun dengan produk yang dihasilkannya telah dijamin keamanannya.

Dengan adanya kunjungan Jean-Frédéric CLERC di STTN BATAN Yogyakarta, diharapkan adanya kerjasama yang mampu direalisasikan dalam bentuk penelitian dan pengembangan bersama teknologi nuklir dalam berbagai bidang khususnya industri yang melibatkan peranan dari kedua negara yakni Indonesia dan Prancis (desi/Depkominfo).

Satu Tujuan & Satu Misi , BEM adakan Rapat Koordinasi (RAKOR)

Yogyakarta (20/04) DEPKOMINFO BEM – “Rapat Koordinasi (RAKOR) merupakan wadah untuk membentuk satu tujuan dan satu misi semua organisasi kemahasiswaan di STTN agar antar organisasi dapat berjalan beriringan untuk mencapai tujuan tersebut, juga sebagai wadah penghubung aspirasi mahasiswa STTN yang tidak ternaungi” tutur M.Indrik, Ketua BEM STTN-BATAN 2013/2014 dalam sambutannya pada acara RAKOR MPM, BEM, DPM, HIMA, dan UKM.

RAKOR yang bertempat di ruang kuliah 12, dan dihadiri oleh 31 peserta ini, agak berbeda dari RAKOR-RAKOR sebelumnya, karena pada RAKOR kali ini panitia juga mengundang pembina dari setiap organisasi kemahasiswaan di STTN. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi miss communication antara pembina dan organisasi di bawahnya, dan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain, pembina yang satu dengan yang lain, serta pembina yang satu dengan organisasi yang lainnya.

Rapat ini membahas mengenai program kerja setiap organisasi selama satu tahun kepengurusan, membahas rincian anggaran dana kemahasiswaan, menyelaraskan format proposal untuk setiap organisasi, dan membahas mengenai regulasi MPM yang merupakan organisasi baru di STTN.

Pembahasan program kerja ini, dimaksudkan untuk menyelaraskan program kerja antara BEM, DPM, MPM dengan UKM dan HIMA yang ada di STTN BATAN untuk periode kepengurusan 2013/2014. Dari DPM, BEM, HIMA, dan UKM masing-masing mempunyai gebrakan baru mengenai program kerjanya. Contohnya dari BEM sendiri akan mengganti acara tahunan STTN AWARD menjadi Dies Natalis STTN, dan menambah program kerja yang baru seperti Young and Top dari Departemen Pengmbangan Mahasiswa, PORSI atau Pekan Olahraga dan Seni dari Departemen Olahraga yang bekerjasama dengan UKM Musik, English Day dan English Camp dari Departemen Pengembangan Mahasiswa, dan masih banyak lagi. Dari HIMA TKN juga mempunyai program baru yaitu TKN KORZA, TKN KORZA ini merupakan kegiatan rutin dari HIMA TKN untuk mengakrabkan setiap anggota HIMA TKN mulai dari senior sampai junior. “Untuk MAKRAB jurusan, saya mengarapkan agar ketiga jurusan melakukan MAKARAB pada tanggal yang sama, yaitu pada minggu ketiga bulan September” ucap tutur Refa Martatiana, Sekretaris Jendral BEM STTN-BATAN 2013/2014.

Pada periode kepengurusan 2013/2014 ini, semua penilaian mengenai the best UKM dan the best HIMA, ditangani langsung oleh DPM. Berbeda dengan penilaian tahun lalu, penialaian pada tahun ini lebih terstruktur dan lebih jelas kriteria penilaiannya. Bapak M. Khoiri selaku pembina dari UKM KALAM, sangat mendukung program baru dari DPM ini. Beliau juga menyampaikan akan lebih baik jika HIMA atau UKM yang mendapatkan point lebih besar dari standar yang telah ditetapkan akan mendapatkan penghargaan dan jika HIMA atau UKM mendapatkan point dibawah standar akam mendapatkan sanksi. Penghargaan dan sanksinya berupa penambahan dan pengurangan dana pembinaan untuk setiap HIMA atau UKM.

Dalam rapat ini juga dibahas mengenai perubahan pembina untuk semua organisasi kemahasiswaan di STTN, “Pembina organisasi dalam bidang kesenian adalah Bapak Djiwo Harsono, pembina organisasi bidang olahraga adalah Bapak Surakhman, pembina organisasi bidang IPTEK adalah Bapak Anwar Budianto, pembina UKM PERS BETA adalah Ibu Maria Christina P, pembina organisasi kegiatan sosial adalah Bapak Totok Dermawan, dan pembina organisasi kewirausahaan adalah Bapak M. Khoiri” terang Ibu Rita Tyas Mulasih.

Acara rapat koordinasi ini diakhiri dengan do’a penutup oleh Abdul Jabarutyas P. ketua UKM KALAM periode 2013/2014, dan foto bersama (Fiqoh/Depkominfo).

Berani & Percaya Diri, Modal Awal Wirausahawan

Yogyakarta (08/4), Depkominfo – Sama halnya dengan kehidupan yang pasti alami sakit, dalam berwirausaha pasti mengalami kegagalan. Namun, kegagalan itu perlu guna menjadi batu loncatan agar lebih sukses. “Sehingga jiwa pemberani dan percaya diri merupakan modal awal untuk menjadi seorang wirausahawan” tegas Bapak Ir. Bejo Rudiantoro, MM. M.Sc, pembica dalam acara workshop kewirausahawan yang digelas di lantai III RK 11 & 12 gedung STTN – BATAN Yogyakarta.

Acara workshop yang dimulai pukul 10:00 WIB mengangkat tema “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahawan, Peluang, & Tantangan” ini dihadiri oleh peserta dari mahasiswa STTN – BATAN yang sekarang berada disemester ke-6. Selain itu hadir pula beberapa dosen STTN – BATAN, seperti Ibu Ir. Giyami, Bapak Bangun Pribadi, M.Eng, Bapak Ir. Zaenal Abidin, M.Kes, Bapak Drs. Supriyono, M.Sc, dan lain-lain.

Acara yang dibuka langsung oleh Pembantu Ketua III STTN – BATAN, Drs. Suriyono, M.Sc ini berjalan dengan penuh antusias dari peserta yang hadir guna mendengarkan pemaparan dari Bapak Ir. Bejo Rudiantoro, MM. M.Sc, seorang Direktur PT. Alamjaya Makmur Sejahtera, Direktur PT. Bumi Kahuripan Sejahtera, dan komisaris Utama PT. Multi Group. “Acara seperti workshop ini sangat bagus untuk kalian ambil pelajarannya, sejatinya pembicara kita kali adalah seorang pengusaha nasional yang memulai karirnya dari nol. Jika ingin bertanya kiat sukses untuk menjadi pengusaha, jangan segan-segan untuk bertanya, karena kesempatan hari ini adalah kesempatan yang langkah” ucap Bapak Drs. Supriyono, M.Sc dalam sambutannya mewakili ketua STTN – BATAN.

Dengan pengalaman yang telah dialami berpuluh-puluh tahun, Beliau paham betul kiat-kiat menjadi seorang wirausahawan. Berawal dari pemahaman yang Beliau dapatkan langsung dari orang tuanya, Bapak yang akrab dipanggil Bapak Bejo ini, memulai pengalaman kerjanya didalam sebuah perusahaan biasa, kemudian dengan modal berani dan percaya diri, Beliau mengundurkan diri dari perusahaan tersebut dan mendirikan PT nya sendiri. “Tindakan yang pertama kali lakukan saat itu adalah berusaha untuk berani mengambil resiko. Dengan kepercayaan diri, saya awali untuk menitih karir dengan membangun PT saya sendiri. Saya adalah lulusan dari fakultas kehutanan UGM, namun saya saat itu bercita-cita untuk bekerja dibagian SDA. Prinsip yang selalu saya pegang untuk mencapai itu adalah jika saya tidak punya keahlian dalam bidang itu, maka ada dua posisi pilihan buat saya, yakni saya berada pada posisi paling bawah (pesuruh) atau saya yang berada paling atas (pemimpin) dari perusahaan tersebut. Dan semenjak itu, saya beranikan diri untuk membangun PT saya sendiri, walaupun dengan kondisi yang jauh dari mampu” tegas Bapak Bejo ditengah-tengah workshop yang ia bawakan ketika acara berlangsung.

Beliau juga menambahkan bahwa menjadi seorang wirausahawan posisinya sangat strategis. Dia bisa masuk dimana saja. Dan syarat terpenting untuk menjadi wirausahawan adalah Amati, Tiru, Modifikasi, Rencanakan, dan terkhir Laksanakan. Yang terpenting adalah bagaimana cara membuat diri kita berbeda dengan yang lain. “Jadilah orang yang meski dikubur 70 tahun lalu, namun ide dan gagasannya hidup 30 tahun kedepan. Daripada sebaliknya. Orang yang ide dan gagasannya telah mati di umur 30 tahun, namun baru dikubur 70 tahun kemudian” tambahnya diakhir acara sebagai pesan kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Sebelum acara benar-benar berakhir, Beliau juga menantang mahasiswa STTN – BATAN untuk menjadi seorang wirausahawan “Saya tantang adik-adik semua, mahasiswa STTN – BATAN yang hadir didalam ruang ini dalam 10 atau 15 tahun kedepan untuk menjadi seorang wirausahawan!”. Ayo teman-teman, siap dengan tantangannya? Kalian yang menjawabnya (Andri/Depkominfo).

Kumpulan foto-foto kegiatan Workshop Kewirausahawan :

Kiki F. Wijaya : Kepemimpinan Itu Seni

Yogyakarta (3/4), Depkominfo – Dalam suatu kepimpinan, tidak semuanya perlu pola otoriter, karena kepemimpinan itu seni. “Diperlukan cara dan pola tertentu terhadap anggota dalam memimpin suatu organisasi” tegas Bapak Kiki Ferdiansyah Wijaya, Narasumber dalam acara Pelatihan Kepemimpinan yang diadakan oleh kampus STTN – BATAN tepat pukul 10.00 setelah waktu ujian tengah semester genap hari kedua berjalan.

Acara yang dibuka langsung oleh Bapak Drs. Supriyono, M.Sc, Pembantu Ketua III STTN-BATAN, dikhususkan untuk mahasiswa STTN – BATAN yang sekarang sedang berada disemester 4.

Dengan diawali konsep untuk mencoba sesuatu keluar dari zona nyaman, peserta yang hadir antusias mengikuti acara Pelatihan Kepemimpinan. “Pernahkan anda berpikir, kita semua berpikir bahwa kita ini adalah orang-orang yang hebat. Dan kita lahir ke dunia ini ditakdirkan untuk menjadi seorang khalifah. Pemimpin di bumi ini. Sebagaimana yang telah Allah firmankan” ucap Bapak Kiki Ferdiansyah Wijaya ketika mengawali topik kepemimpinan yang dia bawakan saat acara.

Suatu komunitas pada dasarnya digolongkan kedalam empat jenis, yakni komunitas yang disfungsi, komunitas menyenangkan, komunitas kaku, dan komunitas kohesif. Tentunya hal ini didasarkan kepada efektivitas kemunitas tersebut dan iklim psiko sosialnya. Dengan menampilkan potongan sebuah film “Remember the Titans”, beliau menanamkan konsep kepemimpinan dan konsep sebuah organisasi yang baik secara lebih mudah untuk diimajinasikan dan diinspirasi. Yang kemudian disimpulkan menjadi empat siklus tim yang baik. “Dalam suatu organisasi atau komunitas, agar tercipta komunitas yang kohesif, biasanya ada empat siklus yang harus dilewati. Siklus tersebut yakni forming, storming, norming, dan performing” tambahnya ketika tengah acara Pelatihan Kepemimpinan.

Sebelum akhir acara, kesempatan bagi peserta untuk bertanya. Salah satu dari penanya, Refa Martatiana, Mahasiswi Elektronika Instrumentasi, menanyakan tentang bagaimana cara/sikap yang harus dilakukan oleh seorang anggota ketika menghadapi pemimpin yang otoriter. “Salah satu penyebab kepemimpinan yang otoriter yakni anggotanya yang dinilai kurang mampu dan kurang mau. Untuk menghadapinya, kita sebagai anggota harus menunjukan bahwa kita mampu dna kita mau. Itu poinnya” jawab Bapak Kiki F. Wijaya.

Sebelum acara diakhiri, Beliau menambahkan bahwa dalam suatu kepimpinan, tidak semuanya perlu pola otoriter, karena kepemimpinan itu seni. Diperlukan cara dan pola tertentu terhadap anggota dalam memimpin suatu organisasi (Andri/Depkominfo).

Walang, Cara Terbaik Mendalami Pribadi Lewat Alam

Yogyakarta (30/3) – Depkominfo, Sering kita mendengar dan menemui sekelompok manusia yang suka berpetualang di alam terbuka dengan membawa nama Pecinta Alam. Dan uniknya, nama tersebut, yakni Pecinta Alam hanya kita temui di Indonesia, seperti hal yang dilansir dalam situs Belantara Indonesia.

Hal serupa ternyata terbentuk di kampus STTN – BATAN. Dengan menamakan kelompoknya dengan sebutan Walang,, kelompok pecinta alam STTN – BATAN ini terus mengabdikan dirinya untuk lingkungan sekitar. Belum lama ini (20/3), Walang berkerjasama dengan KALAM STTN-BATAN menyelenggarakan kegiatan donor darah.

Dibentuk pada tahun 2005 dengan 14 deklarator, Walang terus berkembang dan terus menjalin hubungan antar sesama pecinta alam yang ada di Jogjakarta, khususnya disekitar kampus STTN – BATAN. Rencananya, pada kepengurusan yang baru ini (2013), Walang akan membawa konsep yang berbeda dari segi perekrutan anggota. “Di Walang terdiri dari 2 jenis anggota, yakni Anggota Muda dan Anggota Tetap. Rencananya untuk tahun ini, pada saat poster 2013, Walang akan mengadakan open house guna menarik minat mahasiswa STTN – BATAN agar bergabung dengan Walang dan akhirnya ikut terjun langsung serta berpartisipasi lebih untuk mencintai alam sekitar” ucap Beti, Ketua Walang 2013 saat diwawancarai oleh tim depkominfo STTN – BATAN.

Walang sangat terbuka untuk semua mahasiswa STTN – BATAN yang ingin bergabung. Setiap hari selasa, Walang biasanya berkumpul untuk mengakrabkan setiap anggotanya dan untuk mempelajari materi-materi yang berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seorang pecinta alam.

Dengan maksud tidak sekedar mencintai alam, unit kegiatan mahasiswa Walang ini lebih mengedepankan prinsip untuk selalu bekerja sama (teamwork) dan selalu peka terhadap sesama. “Jika ingin melihat kepribadian seseorang, ajak dia mendaki gunung. Bagaimana sifat teamwork seseorang terlihat ketika itu” tambah Beti diakhir wawancara.

Foto-foto kegiatan Walang STTN - BATAN :

2 Hari PTK EXPO 2013, Stand STTN Dipenuhi Antusias Peserta

Yogyakarta (26/3) – Depkominfo, Selama dua hari mengikuti acara Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) EXPO, stand yang didirikan oleh STTN-BATAN dipenuhi oleh antusias peserta, tidak hanya dari pelajar SMA sederajat (sebandung) tetapi juga dari masyarakat dan dari PTK lainnya.

Kegiatan yang dimulai pada hari sabtu (23/3) ini, berlangsung di Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung. Dibuka oleh Wawan Sudrajat, Pembantu Ketua (Puket) III STTT, kegiatan dilanjutkan dengan aksi tarian cosplay dari mahasiswa STTT.

“PTK EXPO 2013 ini merupakan salah satu wadah bagi PTK yang ada di seluruh Indonesia untuk lebih memperkenalkan dan mempromosikan perguruan tinggi kedinasan kepada adik-adik yang mungkin tertarik untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi kedinasan. Satu hal yang mungkin menjadi daya tarik dari perguruan tinggi kedinasan yakni bahwa nantinya bisa meringankan beban orang tua dari sisi pembiayaan. Bahkan ada perguruan tinggi kedinasan yang berstatus ikatan dinas, malah mahasiswanya digaji oleh pemerintah” ucap Rendiansyah P, Ketua FMKI pusat ketika diwawancarai oleh tim depkominfo BEM STTN-BATAN saat PTK EXPO berlangsung.

Disela PTK EXPO hari pertama, dari pihak penyelnggara (STTT) juga mengadakan “Touring STTT dan workshop anti korupsi”. Kegiatan yang diikuti oleh 13 perguruan tinggi kedinasan yang ada di Indonesia ini makin meriah dengan aksi drum parade yang ditrampilkan di depan panggung auditorium STTT, yang tidak lain merupakan aksi dari mahasiswa STTT itu sendiri.

Selama kegiatan berlangsung, stand yang didirikan oleh STTN banyak mendapat antusias dari peserta yang datang. Tidak sedikit dari mereka yang berkunjung di stand STTN bertanya mengenai paradigma masyarakat bahwa nuklir itu dapat menyebabkan kemandulan. Namun, berkat penjelasan dari mahasiswa STTN yang diutus untuk berkontibusi di PTK EXPO, setidaknya pandangan negatif tersebut bisa dihilangkan. Dari pelajar SMA atau sederajat yang datang berkunjung, kebanyakan dari mereka menyayangkan bahwa jalur masuk ke STTN jalur PMDK telah ditutup 18 Maret 2013. Namun, tidak sedikit juga dari mereka yang menanyakan jalur tes tertulis yang diadakan oleh STTN yang pendaftarannya dibuka dari 22 april 2013 dan ditutup sampai 24 mei 2013.

Dengan bermodalkan robot kaki enam, varietas padi SIDENUK, dan beberapa alat pendeteksi radiasi, stand STTN banyak menarik minat pengunjung. Bahkan robot kaki enam sempat dioperasikan didepan umum saat penjelasan khusus per PTK, dan mendapat tepuk tangan yang meriah dari para peserta PTK EXPO. Ditambah lagi, para pengunjung merasa kagum dengan kualitas padi SIDENUK yang telah dikembangkan oleh BATAN. Tak jarang dari peserta yang berkunjung merasa keheranan saat dijelaskan bahwa salah satu manfaat nuklir yang paling sederhana adalah salah satu contohnya pada aplikasi waktu pemberian pupuk (makan) pada tanaman cabai.

“Ternyata, nuklir itu banyak manfaatnya. Selama ini saya beranggapan bahwa nuklir itu hanya berhubungan dengan bom, dan hal-hal yang menakutkan lainnya” tegas Bambang, salah satu pengunjung dan peserta PTK EXPO 2013.

Selain lebih memasyarakatkan nuklir kepada para peserta PTK EXPO, misi lain yang diemban oleh utusan STTN-BATAN, yakni untuk menjalin hubungan persaudaraan dengan peserta dari perguruan tinggi kedinasan lainnya yang tergabung dengan acara PTK EXPO 2013. Berbagi pengetahuan dan berbagi kenang-kenangan dilakukan sela PTK EXPO berlangsung adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh utusan STTN-BATAN. Bahkan, sempat mengabadikannya lewat berfoto bersama.

Acara PTK EXPO 2013 ditutup dengan berfoto bersama seluruh peserta dari perguruan tinggi kedinasan lainnya, serta pembagian plakat dari panitia PTK EXPO (STTT) kepada seluruh perguruan tinggi kedinasan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara PTK EXPO 2013.

“Acara PTK EXPO ini sangatlah bermanfaat untuk memberikan informasi kepada siswa SMA sederajat yang lagi mencari perguruan tinggi untuk melanjutkan studinya” ucap M. Indrik, Ketua BEM 2013/2014.

Download galeri foto PTK EXPO 2013 link :

http://www.facebook.com/media/set/?set=a.486356671414125.1073741827.100001193902096&type=1

Selain Menolong, Sehatpun Didapat

Yogyakarta, (20/3) Tepatnya pukul 09:00 wib diadakan kegiatan donor darah dengan tema “Your Blood Save More Life” yang di selenggarakan oleh UKM WALANG dan KALAM yang bekerjasama dengan PMI Sleman Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di poliklinik PTAPB ini di ikuti oleh karywan PTAPB dan karyawan serta mahasiswa STTN sendiri.

Banyak mahasiswa dan karyawan yang mendaftar, namun tidak semua dari mereka beruntung bisa mendonorkan darahnya. Hal ini umumnya disebabkan karena beberapa kriteria penilaian dalam mendonorkan darah, seperti kondisi berat badan, kondisi tekanan darah, ataupun juga kadar hemoglobinnya. Akan tetapi, hal itu bukan menjadi halangan bagi karyawan dan mahasiswa yang sudah berniat mendonorkan darah mereka bagi yang membutuhkan.

Semoga untuk kedepannya kegiatan seperti ini bias terlaksana kembali karena mendonorkan darah bukan hanya bisa menolong nyawa org lain, tetapi juga membuat tubuh si pendonor menjadi sehat,

Salam kompak selalu (Beti).

Depora Harapkan Dosen STTN-BATAN Ikut Dalam Kegiatan PORSI

Yogyakarta (17/3), Depkominfo BEM – Dosen STTN-BATAN diharapkan untuk berpatisipasi dalam kegiatan PORSI (Pekan Olahraga dan Seni STTN-BATAN) yang nantinya akan diselenggarakan oleh Departemen Olahraga BEM STTN-BATAN.

Kegiatan POSRI yang merupakan program kerja baru dari Departemen Olahraga (Depora) sendiri masih dalam tahap perenacanaan untuk dilaksanakan dalam kepengurusan BEM STTN-BATAN periode 2013/2014.

“Dalam acara PORSI ini akan diadakan 10 cabang perlombaan. Disini tidak hanya mahasiswa STTN-BATAN saja yang berpartisipasi, namun doesenpun diharapkan ikut andil dalam perlombaan tersebut. Seperti bapak Drs. Supriyono yang suka bermain tenis meja, mungkin beliau mau ikut dalam perlombaan PORSI nantinya. Tidak menutup kemungkinan dosen-dosen yang lain juga” tegas Giofani Ovtera, Koordinator Departemen Olahraga BEM STTN-BATAN dalam rapat program kerja (16/3).

Selain itu, dari setiap departemen lainnya-pun turut menjelaskan program kerja selama satu tahun kepengurusan kedepannya. Rapat yang diselenggarakan pada hari Minggu tepat pada pukul 10.15 WIB ini, tidak dihadiri oleh semua pengurus BEM STTN-BATAN 2013/2014, melainkan hanya 19 orang pengurus saja. Alasan kesibukan menjadi tameng dari pengurus yang berhalangan hadir.

Di lain hal, Departemen Pengembangan Mahasiswa (PEMA)-pun akan mencanangkan program “Friday Is English day” dan “English Zone”. Dengan maksud untuk meningkatkan kecakapan dalam berbahasa inggris, kedua program itu akan diberlakukan di kampus STTN-BATAN. “Untuk Englsih Zone sendiri, rencananya akan ada beberapa tempat seperti kantin, gazebo, dan beberapa lantai, dimana seluruh civitas akademika STTN-BATAN diharuskan menggunakan bahasa inggris dalam berkomunikasi” ucap Zumaro, Koordinator Departemen Pengembangan Mahasiswa BEM STTN-BATAN dalam rapat tersebut.

Rapat yang berlangsung selama 4 jam ini berjalan dengan penuh semangat dari pengurus yang hadir. Masalah dana tidak luput dari bahasan. “Pesan dari bapak Drs. Supriyono, jangan sampai dana besar hanya untuk kegiatan hura-hura dan biasa-biasa saja, namun dana tersebut tolong dimanfaatkan sebaik mungkin, karena itu menyangkut uang negara” sambung Refa Martatiana, Sekretaris Jenderal BEM STTN-BATAN diakhir rapat program kerja pertama tersebut (Andri/DepkomBEMsttn-batan).