Satu Tujuan & Satu Misi , BEM adakan Rapat Koordinasi (RAKOR)

Yogyakarta (20/04) DEPKOMINFO BEM – “Rapat Koordinasi (RAKOR) merupakan wadah untuk membentuk satu tujuan dan satu misi semua organisasi kemahasiswaan di STTN agar antar organisasi dapat berjalan beriringan untuk mencapai tujuan tersebut, juga sebagai wadah penghubung aspirasi mahasiswa STTN yang tidak ternaungi” tutur M.Indrik, Ketua BEM STTN-BATAN 2013/2014 dalam sambutannya pada acara RAKOR MPM, BEM, DPM, HIMA, dan UKM.

RAKOR yang bertempat di ruang kuliah 12, dan dihadiri oleh 31 peserta ini, agak berbeda dari RAKOR-RAKOR sebelumnya, karena pada RAKOR kali ini panitia juga mengundang pembina dari setiap organisasi kemahasiswaan di STTN. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi miss communication antara pembina dan organisasi di bawahnya, dan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain, pembina yang satu dengan yang lain, serta pembina yang satu dengan organisasi yang lainnya.

Rapat ini membahas mengenai program kerja setiap organisasi selama satu tahun kepengurusan, membahas rincian anggaran dana kemahasiswaan, menyelaraskan format proposal untuk setiap organisasi, dan membahas mengenai regulasi MPM yang merupakan organisasi baru di STTN.

Pembahasan program kerja ini, dimaksudkan untuk menyelaraskan program kerja antara BEM, DPM, MPM dengan UKM dan HIMA yang ada di STTN BATAN untuk periode kepengurusan 2013/2014. Dari DPM, BEM, HIMA, dan UKM masing-masing mempunyai gebrakan baru mengenai program kerjanya. Contohnya dari BEM sendiri akan mengganti acara tahunan STTN AWARD menjadi Dies Natalis STTN, dan menambah program kerja yang baru seperti Young and Top dari Departemen Pengmbangan Mahasiswa, PORSI atau Pekan Olahraga dan Seni dari Departemen Olahraga yang bekerjasama dengan UKM Musik, English Day dan English Camp dari Departemen Pengembangan Mahasiswa, dan masih banyak lagi. Dari HIMA TKN juga mempunyai program baru yaitu TKN KORZA, TKN KORZA ini merupakan kegiatan rutin dari HIMA TKN untuk mengakrabkan setiap anggota HIMA TKN mulai dari senior sampai junior. “Untuk MAKRAB jurusan, saya mengarapkan agar ketiga jurusan melakukan MAKARAB pada tanggal yang sama, yaitu pada minggu ketiga bulan September” ucap tutur Refa Martatiana, Sekretaris Jendral BEM STTN-BATAN 2013/2014.

Pada periode kepengurusan 2013/2014 ini, semua penilaian mengenai the best UKM dan the best HIMA, ditangani langsung oleh DPM. Berbeda dengan penilaian tahun lalu, penialaian pada tahun ini lebih terstruktur dan lebih jelas kriteria penilaiannya. Bapak M. Khoiri selaku pembina dari UKM KALAM, sangat mendukung program baru dari DPM ini. Beliau juga menyampaikan akan lebih baik jika HIMA atau UKM yang mendapatkan point lebih besar dari standar yang telah ditetapkan akan mendapatkan penghargaan dan jika HIMA atau UKM mendapatkan point dibawah standar akam mendapatkan sanksi. Penghargaan dan sanksinya berupa penambahan dan pengurangan dana pembinaan untuk setiap HIMA atau UKM.

Dalam rapat ini juga dibahas mengenai perubahan pembina untuk semua organisasi kemahasiswaan di STTN, “Pembina organisasi dalam bidang kesenian adalah Bapak Djiwo Harsono, pembina organisasi bidang olahraga adalah Bapak Surakhman, pembina organisasi bidang IPTEK adalah Bapak Anwar Budianto, pembina UKM PERS BETA adalah Ibu Maria Christina P, pembina organisasi kegiatan sosial adalah Bapak Totok Dermawan, dan pembina organisasi kewirausahaan adalah Bapak M. Khoiri” terang Ibu Rita Tyas Mulasih.

Acara rapat koordinasi ini diakhiri dengan do’a penutup oleh Abdul Jabarutyas P. ketua UKM KALAM periode 2013/2014, dan foto bersama (Fiqoh/Depkominfo).

Manusia Unggul yang Produktif dalam Bekerja

Yogyakarta (18/4), depkominfo BEM – “Manusia Unggul yang Produktif Dalam Bekerja” merupakan tema kuliah umum yang diberikan bapak DR.Taswanda Taryo,M.Sc.Eng yang merupakan sekretaris utama BATAN ,kepada mahasiswa STTN-BATAN utamanya mahasiswa semester IV seluruh prodi.

Kuliah umum ini diadakan di ruang kuliah 11 dan 12 kampus STTN-BATAN. “Hidup STTN..Yes..Hidup BATAN..Yes..Yes..Yes..” tutur beliau untuk memberi semangat kepada para mahasiswa yang mengikuti kuliah umum siang itu. Acara berjalan meriah dan menyenangkan,para mahasiswa pun menyimak dengan seksama kuliah yang beliau berikan.

DR.Taswanda Taryo,M.Sc.Eng memberikan penjelasan kepada mahasiswa bagaimana menjadi manusia unggul yang produktif dalam lingkungan kerja. Beliau juga menuturkan bahwa belajar memang penting, namun soft skill juga tidak kalah penting. Untuk menjadi manusia unggul ada kebiasaan yang dilakukan menurut beliau antara lain bersikap proaktif, mulailah dengan tujuan akhir, dahulukan yang diutamakan, berfikirlah menang dan menang, berusaha memahami baru dipahami, bersinergi dan asah gergaji.

“Orang unggul adalah orang yang selalu memberikan sesuatu pada orang disebelahnya” ucap beliau, maksudnya adalah kita harus yakin dan jangan pernah takut memberikan sesuatu kepada orang lain karena suatu waktu kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang telah kita berikan sebagai gantinya. Yang lebih terpenting lagi menurut beliau adalah “We have to be somebody else,many people, more people clever”.

Acara yang dilaksanakan hingga pukul 11:45 ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dari salah satu mahasiswa dan sesi foto bersama dari tiap prodinya.

Berani & Percaya Diri, Modal Awal Wirausahawan

Yogyakarta (08/4), Depkominfo – Sama halnya dengan kehidupan yang pasti alami sakit, dalam berwirausaha pasti mengalami kegagalan. Namun, kegagalan itu perlu guna menjadi batu loncatan agar lebih sukses. “Sehingga jiwa pemberani dan percaya diri merupakan modal awal untuk menjadi seorang wirausahawan” tegas Bapak Ir. Bejo Rudiantoro, MM. M.Sc, pembica dalam acara workshop kewirausahawan yang digelas di lantai III RK 11 & 12 gedung STTN – BATAN Yogyakarta.

Acara workshop yang dimulai pukul 10:00 WIB mengangkat tema “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahawan, Peluang, & Tantangan” ini dihadiri oleh peserta dari mahasiswa STTN – BATAN yang sekarang berada disemester ke-6. Selain itu hadir pula beberapa dosen STTN – BATAN, seperti Ibu Ir. Giyami, Bapak Bangun Pribadi, M.Eng, Bapak Ir. Zaenal Abidin, M.Kes, Bapak Drs. Supriyono, M.Sc, dan lain-lain.

Acara yang dibuka langsung oleh Pembantu Ketua III STTN – BATAN, Drs. Suriyono, M.Sc ini berjalan dengan penuh antusias dari peserta yang hadir guna mendengarkan pemaparan dari Bapak Ir. Bejo Rudiantoro, MM. M.Sc, seorang Direktur PT. Alamjaya Makmur Sejahtera, Direktur PT. Bumi Kahuripan Sejahtera, dan komisaris Utama PT. Multi Group. “Acara seperti workshop ini sangat bagus untuk kalian ambil pelajarannya, sejatinya pembicara kita kali adalah seorang pengusaha nasional yang memulai karirnya dari nol. Jika ingin bertanya kiat sukses untuk menjadi pengusaha, jangan segan-segan untuk bertanya, karena kesempatan hari ini adalah kesempatan yang langkah” ucap Bapak Drs. Supriyono, M.Sc dalam sambutannya mewakili ketua STTN – BATAN.

Dengan pengalaman yang telah dialami berpuluh-puluh tahun, Beliau paham betul kiat-kiat menjadi seorang wirausahawan. Berawal dari pemahaman yang Beliau dapatkan langsung dari orang tuanya, Bapak yang akrab dipanggil Bapak Bejo ini, memulai pengalaman kerjanya didalam sebuah perusahaan biasa, kemudian dengan modal berani dan percaya diri, Beliau mengundurkan diri dari perusahaan tersebut dan mendirikan PT nya sendiri. “Tindakan yang pertama kali lakukan saat itu adalah berusaha untuk berani mengambil resiko. Dengan kepercayaan diri, saya awali untuk menitih karir dengan membangun PT saya sendiri. Saya adalah lulusan dari fakultas kehutanan UGM, namun saya saat itu bercita-cita untuk bekerja dibagian SDA. Prinsip yang selalu saya pegang untuk mencapai itu adalah jika saya tidak punya keahlian dalam bidang itu, maka ada dua posisi pilihan buat saya, yakni saya berada pada posisi paling bawah (pesuruh) atau saya yang berada paling atas (pemimpin) dari perusahaan tersebut. Dan semenjak itu, saya beranikan diri untuk membangun PT saya sendiri, walaupun dengan kondisi yang jauh dari mampu” tegas Bapak Bejo ditengah-tengah workshop yang ia bawakan ketika acara berlangsung.

Beliau juga menambahkan bahwa menjadi seorang wirausahawan posisinya sangat strategis. Dia bisa masuk dimana saja. Dan syarat terpenting untuk menjadi wirausahawan adalah Amati, Tiru, Modifikasi, Rencanakan, dan terkhir Laksanakan. Yang terpenting adalah bagaimana cara membuat diri kita berbeda dengan yang lain. “Jadilah orang yang meski dikubur 70 tahun lalu, namun ide dan gagasannya hidup 30 tahun kedepan. Daripada sebaliknya. Orang yang ide dan gagasannya telah mati di umur 30 tahun, namun baru dikubur 70 tahun kemudian” tambahnya diakhir acara sebagai pesan kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Sebelum acara benar-benar berakhir, Beliau juga menantang mahasiswa STTN – BATAN untuk menjadi seorang wirausahawan “Saya tantang adik-adik semua, mahasiswa STTN – BATAN yang hadir didalam ruang ini dalam 10 atau 15 tahun kedepan untuk menjadi seorang wirausahawan!”. Ayo teman-teman, siap dengan tantangannya? Kalian yang menjawabnya (Andri/Depkominfo).

Kumpulan foto-foto kegiatan Workshop Kewirausahawan :

Kiki F. Wijaya : Kepemimpinan Itu Seni

Yogyakarta (3/4), Depkominfo – Dalam suatu kepimpinan, tidak semuanya perlu pola otoriter, karena kepemimpinan itu seni. “Diperlukan cara dan pola tertentu terhadap anggota dalam memimpin suatu organisasi” tegas Bapak Kiki Ferdiansyah Wijaya, Narasumber dalam acara Pelatihan Kepemimpinan yang diadakan oleh kampus STTN – BATAN tepat pukul 10.00 setelah waktu ujian tengah semester genap hari kedua berjalan.

Acara yang dibuka langsung oleh Bapak Drs. Supriyono, M.Sc, Pembantu Ketua III STTN-BATAN, dikhususkan untuk mahasiswa STTN – BATAN yang sekarang sedang berada disemester 4.

Dengan diawali konsep untuk mencoba sesuatu keluar dari zona nyaman, peserta yang hadir antusias mengikuti acara Pelatihan Kepemimpinan. “Pernahkan anda berpikir, kita semua berpikir bahwa kita ini adalah orang-orang yang hebat. Dan kita lahir ke dunia ini ditakdirkan untuk menjadi seorang khalifah. Pemimpin di bumi ini. Sebagaimana yang telah Allah firmankan” ucap Bapak Kiki Ferdiansyah Wijaya ketika mengawali topik kepemimpinan yang dia bawakan saat acara.

Suatu komunitas pada dasarnya digolongkan kedalam empat jenis, yakni komunitas yang disfungsi, komunitas menyenangkan, komunitas kaku, dan komunitas kohesif. Tentunya hal ini didasarkan kepada efektivitas kemunitas tersebut dan iklim psiko sosialnya. Dengan menampilkan potongan sebuah film “Remember the Titans”, beliau menanamkan konsep kepemimpinan dan konsep sebuah organisasi yang baik secara lebih mudah untuk diimajinasikan dan diinspirasi. Yang kemudian disimpulkan menjadi empat siklus tim yang baik. “Dalam suatu organisasi atau komunitas, agar tercipta komunitas yang kohesif, biasanya ada empat siklus yang harus dilewati. Siklus tersebut yakni forming, storming, norming, dan performing” tambahnya ketika tengah acara Pelatihan Kepemimpinan.

Sebelum akhir acara, kesempatan bagi peserta untuk bertanya. Salah satu dari penanya, Refa Martatiana, Mahasiswi Elektronika Instrumentasi, menanyakan tentang bagaimana cara/sikap yang harus dilakukan oleh seorang anggota ketika menghadapi pemimpin yang otoriter. “Salah satu penyebab kepemimpinan yang otoriter yakni anggotanya yang dinilai kurang mampu dan kurang mau. Untuk menghadapinya, kita sebagai anggota harus menunjukan bahwa kita mampu dna kita mau. Itu poinnya” jawab Bapak Kiki F. Wijaya.

Sebelum acara diakhiri, Beliau menambahkan bahwa dalam suatu kepimpinan, tidak semuanya perlu pola otoriter, karena kepemimpinan itu seni. Diperlukan cara dan pola tertentu terhadap anggota dalam memimpin suatu organisasi (Andri/Depkominfo).