Mantan Kepala BATAN Bangkitkan Motivasi Mahasiswa STTN

Yogyakarta, Depkominfo BEM – Bertempat di ruang kuliah lantai 4 gedung STTN-BATAN Yogyakarta telah diadakan acara kuliah umum pembangkit motivasi. Hadir sebagai pembicara utama mantan kepala BATAN periode 2007-2012 Dr. Hudi Hastowo. Kuliah yang diikuti oleh seluruh mahasiswa tingkat 4 itu mengambil tema “Motivasi Diri Sebagai Calon Sarjana Sains Terapan Nuklir yang Mandiri”.


Mantan Kepala BATAN dan Ketua STTN

Tujuan dari kuliah umum pembangkit motivasi ini sendiri adalah untuk memberikan wawasan, meningkatkan kemampuan, dan daya saing mahasiswa STTN sebagai calon sarjana sains terapan nuklir. Dengan adanya kuliah umum ini diharapkan mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas, mempunyai spirit untuk belajar lebih serius, dan mengetahui bahwa tantangan kedepannya khususnya di dunia kerja tidak mudah.


Peserta Kuliah Umum Motivasi

Tepat pukul 10.00 wib kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Dr. Sutomo Budiharjo, M.Eng. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menyampaikan ucapan terimakasih sebesar-sebesarnya atas kedatangan Bapak Dr. Hudi Hastowo ke STTN. “Disela-sela kesibukan yang padat telah berkenan hadir di STTN untuk memberikan kuliah umum dan memberi motivasi dan membuka wawasan mahasiswa yang kelak akan mencari pekerjaan sebagai sarjana nuklir” tambahnya.

Dalam materinya Dr. Hudi Hastowo, membagi pengalamannya menjadi seorang pemimipin saat beliau menjabat sebagai kepala BATAN. “Jadilah orang yang terbuka dan mau menerima feedback untuk menjadi orang yangt maju” imbuhnya . Beliau juga berpesan bahwa hal terpenting yang harus dijaga saat bekerja adalah attitude atau sikap juga disertai kedisiplinan diri.

Setelah penyampaian materi juga dilakukan diskusi bersama dengan moderator Dr. Sutomo Budiharjo, M.Eng. Para peserta yang merupakan mahasiswa semeseter VII jurusan teknofisika dan teknokimia nuklir ini, rupanya cukup antusias menyimak materi demi materi yang dipresentasikan penyaji. Alhasil, banyak pertayaan yang diajukan dan langsung dijawab oleh penyaji yang dikenal cukup akrab dekat dengan mahasiswa/i STTN itu.


Pembagian Buku Kepada Peserta Terpilih

Sekitar pukul 12.30 wib acara di tutup dengan doa yang dipimpin oleh Ir. Bangun Wasito, M.Sc. Pada akhir acara, tiga peserta terpilih juga diberikan buku-buku motivasi yang sering dibaca oleh mantan kepala BATAN itu. Sebelum peserta keluar ruangan, beliau yang merupakan alumnus UGM itu kembali berpesan bahwa : Juara hanya ada satu, paling tidak maksimal 3 orang, dan itu butuh perjuangan ! (astro)

Foto-foto lengkap kegiatan, dapat dilihat disini

Ade-Fatma Sabet Gelar Engino-Enginy Ambassador 2012

Bapak Sugili Putra & Ibu Siti Umi Sholikhati : “Selamat kepada Engino-Enginy Ambassador TKN 2012”

Berinovasi dan terus berkreasi adalah motto kami, untuk itu tidak ada kata lelah bagi kami untuk selalu membuat dan mencetuskan sesuatu hal yang baru yang mampu mendatangkan banyak hal positif terhadap lingkungan dan sesama.

Dalam memeriahkan malam Dies Natalis HIMA TKN yang ke-6, Devisi Jurnalis HIMA Teknokimia Nuklir STTN-BATAN menyelenggarakan ajang pemilihan Engino Enginy Ambassador 2012 . Engino Enginy Ambassador adalah ajang pemilihan maskot/ikon dari Teknokimia Nuklir yang mengemban visi dan misi untuk mensosialisasikan dan memperkenalkan prodi Teknokimia Nuklir di lingkungan STTN-BATAN dan juga ke masyarakat luar.

Tepat pada tanggal 10 November 2012, bertepatan dengan hari pahlawan, malam puncak Dies Natalis digelar. Suasana antusias undangan yang hadir sangat teras hangat dan penuh kemeriahan saat acara final Pemilihan Engino-Enginy Ambassador 2012.

Dari devisi jurnalistik bekerja sama dengan panitia dies natalis, turut mengundang dosen jurusan teknokimia nuklir, Bapak Sugili Putra & Ibu Siti Umi Sholikhati, untuk didaulat menjadi dewan juri. Tak mau kalah dengan kedua juri, devisi jurnalistik juga mengirimkan satu orang yang mewakili tim jurnalistik tkn untuk menjadi dewan juri, yakni pimpinan KLORIDA, Dewi Novitasari.

Suasana semakin meriah ketika para finalis berjalan diatas karpet merah yang sudah disediakan. Sesuai dengan jargon devisi jurnalistik hima tkn “cerdas, tangkas, dan berwawasan”, semua pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri kepada para finalis-pun dijawab hanya dalam waktu satu menit saja. Diakhir acara, terpilihlah engino-enginy ambassador 2012, yakni Ade Saputra sebagai Engino 2012, dan Fatmawati sebagai Enginy 2012.

Selain mengemban misi mempromosikan HIMA Teknokimia Nuklir, diharapkan Engino Enginy Ambassador 2012 yang terpilih juga mampu turut memperkenalkan & mempromosikan nuklir kepada masyarakat luas.

Dengan diadakannya ajang pemilihan seperti ini semoga mampu memotivasi dan menaikkan semangat para mahasiswa STTN BATAN Yogyakarta agar terus menempa diri ,mempelajari ilmu pengetahuan, menaikkan kualitas kepribadian, serta memperluas jaringan dan wawasan (andri/dewi/klorida)

50 Mahasiswa STTN Terlibat Workshop Wirausaha Mandiri

Yogyakarta, Depkominfo BEM – Bertempat di Mataram Ballroom Sheraton Resort & Spa, Bank Mandiri mengadakan acara Workshop Wirausaha Muda Mandiri. Acara yang bertujuan untuk mendorong tumbuhnya semangat entrepreneurship dikalangan mahasiswa ini diikuti oleh total 550 peserta yang berasal dari 15 perguruan tinggi daerah sekitar Yogyakarta dan Solo.

Dalam workshop yang diselenggarakan senin (5/11) minggu lalu tersebut, Bank Mandiri menghadirkan para pembicara dan motivator nasional untuk sharing dan berbagi pengalaman. Diantaranya adalah Adrie Subono (owner java musikindo), Raden Ari Sudrajat (Founder & CEO PT. Braincode Solution), M. Andy Zaki (CEO PT. Technopreneur Indonesia) serta motivator kondang Bong Chandra. Selain itu dihadirkan pula pemenang Program Wirausaha Muda Mandiri dan Mandiri Young Technopreneur 2011, untuk berbagi pengalaman serta kiat-kiat dalam berwirausaha.

Sekitar pukul sepuluh pagi acara dibuka langsung oleh Walikota Yogyakarta Bapak Haryadi Suyuti. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasikan pihak penyelenggara yang telah menyempatkan datang ke jogja dan menyelenggarakan acara ini. “Ini merupakan bukti bahwa Bank Mandiri terus menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kewirausahaan di Indonesia melalui workshop Wirausaha Mandiri” Ujarnya.

Sebagai pemandu acara ditunjuk Putri Indonesia tahun 2008, Zivana Lethisha. Dengan paras cantiknya, wanita yang juga sempat berkompetisi di ajang Miss Universe 2009 itu dengan cakap memandu acara demi acara yang yang terbagi dalam 4 tahap diskusi. Pada sesi pertama, Adrie Subono membagikan pengalamannya sebagai promotor musik yang sering mendatangkan musikus atau pelaku musik terkenal mancanegara, untuk konser di Indonesia. Pria 58 tahun yang sempat tak tamat SMA itu, ternyata sejak muda sudah menjalani bisnis kecil-kecilan di bidang penyedia alat tulis kantor. Sebagai pimpinan sebuah perusahaan bisnis musik, menurutnya untuk menghindari miskomunikasi dalam perusahaan dapat diatasi dengan pengerucutan jumlah anggota. “Saya lebih memilih jumlah staf sedikit tapi yang bisa bekerja dengan baik” tanggapannya saat menjawab pertanyaan dari seorang peserta.

Diskusi sesi kedua diisi oleh Raden Ari Sudrajat, Founder & CEO PT. Braincode Solution. Pengusaha yang merintis usahanya dengan menjual game untuk handphone itu berpendapat bahwa “perlu melihat sektor usaha yang tepat serta strategi wirausahanya!”. Hal ini penting untuk mencapai kesuksesan usaha. Pemilihan strategi yang tepat dan dapat mendatangkan banyak uang juga harus menjadi pertimbangan.

Setelah istirahat dan santap siang, pada pukul 13.00 wib peserta kembali dikupulkan untuk menyimak materi ketiga oleh CEO PT. Technopreneur Indonesia Bapak M. Andy Zaki dan para pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2011. Dalam sesi ini diperkenalkan program Mandiri Young Technopreneur Award. Program ini bertujuan untuk mendorong generasi muda Indonesia agar terus menciptakan karya-karya teknologi terbaru untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Dalam acara yang mengambil tema “yang muda, yang menginspirasi” ini juga para peserta diberikan motivasi untuk berwirausaha oleh motivator nasional Bong Chandra. Kegiatan ini kemudian ditutup secara simbolis oleh Senior Vice Presiden Bank Mandiri Budi J Siahaan dengan penyerahan piagam kepada perwakilan dari 15 peguruan tinggi.

Tidak sampai disitu, di akhir acrara para peserta juga dihibur oleh band tenama di Indonesia Changcuters dan pembagian doorprize 14 handphone blackberry dan 6 samsung galaxy. Risky Anugerah (TKN 2011) terpilih menjadi salah satu pemenang dengan membawa pulang handphone pabrikan Research In Motion asal kanada itu.
(astro)

Foto-foto lengkap kegiatan, dapat dilihat disini

Berkomitmen Majukan STTN, PUKET II Ikut Tanda Tangani MOU SRAWUNK !

Yogyakarta, Depkominfo BEM – Sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) STTN-BATAN Yogyakarta sabtu pagi tadi (10/11) menyelenggarakan acara Sarana dan Wadah Untuk Komunikasi. Sebagai peserta, kegiatan yang bertempat di auditorium ini dihadiri oleh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari 3 prodi dan perwakilan dari setiap kelas.

Acara dibuka langsung oleh Pembantu Ketua II bidang adminstrasi umum, Ir. Djiwo Harsono, M.Eng yang juga bertindak sebagai narasumber. Menurut beliau, acara ini sangat bagus dan bermanfaat, karena dapat menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, saran atau kritik kepada kampus. Selain itu, dapat dijadikan pula sebagai sarana komunikasi antar organisasi-organisasi internal kampus. Dalam sambutan pembukaannya, beliau juga berharap agar kelanjutan acara ini tidak putus sampai disini. Sehingga semua masukan dapat disampaikan dan ditindaklanjuti langsung oleh pihak kampus. “Saya minta, agar semua aspirasi dikumpulkan, ditulis rapi dan dimasukkan ke kotak saran. Kemudian copy-annya diserahkan kepada saya” ujar pria berambut putih itu.

Kegiatan ini sendiri merupakan program kerja dari Komisi I Dewan Perwakilan Mahasiswa STTN-BATAN. Dalam pelaksanaannya, diskusi dibagi menjadi 3 tahap. Pada panel pertama, tema yang diangkat adalah kegiatan perkuliahan di STTN-BATAN Yogyakarta. Hal yang sempat disororoti beberapa peserta adalah tentang jam kosong dan beberapa dosen yang dinilai tidak berkompeten dalam mata kuliah yang diampunya.

Antusias peserta tidak berakhir sampai disitu, saat diskusi panel kedua tentang ke-STTN-an, rentetan pertanyaan maupun saran banyak diajukan oleh peserta kepada pihak kampus, yang kali ini diwakili oleh Puket II bidang adminstrasi umum. Dalam sesi tersebut, lebih banyak dibicarakan tentang sarana dan prasarana selama perkuliahan terutama praktikum. “Perlu diadakan pembaharuan karena alat-alat praktikum di lab listrik banyak yang sudah jadul dan sudah rusak !” Ungkap Fauzy (elmek 2010). Menindaklanjuti masukan tersebut, Ir. Djiwo Harsono, M.Eng saat itu juga langsung memintanya untuk membuat daftar alat-alat praktikum yang harus diganti.

Panel selanjutnya diisi dengan diskusi yang mengangkat tema tentang “Organisasi Internal Kampus”. Sebelumnya dipresentasikan pula tentang rencana kegiatan Musyawarah Umum Mahasiswa (MUM) dengan format keanggotaan baru yang akan diselenggarakan Maret tahun depan. Sempat terjadi adu argumen karena kesalahpahaman antara pihak BEM, DPM, dan panitia MUM. Namun, dengan semangat demokrasi dan kebersamaan, diskusi panel terakhir disiang itu dapat dilanjutkan kembali dan berakhir kepada kesepakatan untuk saling mendukung khususnya antar pihak BEM, DPM dan HIMA.

Sedikit berbeda dengan format tahun lalu, disela-sela acara yang biasa disingkat dengan SRAWUNK ini diadakan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara pihak Ketua Pelaksana, BEM dan DPM. Isi dari MOU itu adalah butir-butir persetujuan yang telah disepakati selama diskusi pada panel 1, panel 2 dan panel 3. Menurut ketua pelaksana Abdul Khanan (elmek 2011), MOU ini sebagai bukti hitam diatas putih atas keseriusan semua pihak yang terlibat. “Hal ini juga dapat dijadikan sebagai tindak lanjut dari acara SRAWUNK, untuk mewujudkan dan atau mematuhi hasil dari acara ini” ujarnya pagi tadi sebelum acara berlangsung. MOU yang juga ditandatangani oleh PUKET II selaku perwakilan pihak kampus itu, juga berisi kesepakatan untuk kerjasama, saling berbagi pengetahuan, dan berkomitmen antara sesama mahasiswa STTN di semua PRODI agar tercipta kemajuan di STTN.(astro)

Foto-foto lengkap kegiatan, dapat dilihat disini

Engino Enginy Ambassador KLORIDA

Berinovasi dan terus berkreasi adalah motto kami, untuk itu tidak ada kata lelah bagi kami untuk selalu membuat dan mencetuskan sesuatu hal yang baru yang mampu mendatangkan banyak hal positif terhadap lingkungan dan sesama.

Divisi Jurnalis HIMA Teknokimia Nuklir STTN-BATAN saat ini tengah menyelenggarakan ajang pemilihan Engino Enginy Ambassador 2012. Engino Enginy Ambassador adalah ajang pemilihan maskot/ikon dari Teknokimia Nuklir yang mengemban visi dan misi untuk mensosialisasikan dan memperkenalkan prodi Teknokimia Nuklir di lingkungan STTN-BATAN dan juga ke masyarakat luar. Sampai saat ini telah terpilih beberapa finalis yang nantinya akan tampil di malam final pemilihan Engino Enginy Ambassador tepatnya pada malam DIES NATALIS HIMA Teknokimia Nuklir 10 November 2012. Para finalis yang terpilih ini sebelumnya telah melalui tes tertulis, telah terpilih 3 finalis Engino dan 3 finalis Enginy yaitu antara lain :

Finalis Engino Ambassador :
Ade Saputra (Teknokimia Nuklir 2011)
Guntur Sodikin (Teknokimia Nuklir 2011)
Tri Wahyu Santoso (Teknokimia Nuklir 2010)

Finalis Enginy Ambassador :
Fatmawati Nurcahyani (Teknokimia Nuklir 2010)
Ika Widya Khoriatin (Teknokimia Nuklir 2010)
Putri Nur Azizah (Teknokimia Nuklir 2011)

Selain mengemban misi mempromosikan HIMA Teknokimia Nuklir, diharapkan Engino Enginy Ambassador 2012 yang terpilih nanti juga mampu turut memperkenalkan & mempromosikan nuklir kepada masyarakat luas.

Dengan diadakannya ajang pemilihan seperti ini semoga mampu memotivasi dan menaikkan semangat para mahasiswa STTN BATAN Yogyakarta agar terus menempa diri ,mempelajari ilmu pengetahuan, menaikkan kualitas kepribadian, serta memperluas jaringan dan wawasan.

Saksikanlah Malam final Engino Enginy Ambassador 2012, di acara Dies Natalis HIMA Teknokimia Nuklir 10 November 2012(dewi/klorida)

SEMARAK DIES NATALIS TEKNOKIMIA NUKLIR

Yogyakarta, KLORIDA – Menyambut ulang tahun HIMA Teknokimia Nuklir yang ke-6, Panitia yang telah disiapkan menjadi panitia Dies Natalis HIMA TKN, sibuk menyiapkan semua keperluan untuk acara malam dies natalis.

Dies Natalis yang akan digelar pada tanggal 10 November 2012 ini, semakin meriah dengan digelarnya beberapa lomba, yakni diantaranya Pemilihan Engino & Enginy Ambassador KLORIDA 2012, Lomba Futsal (play to the beat), dan lomba membuat foster bertemakan “Aku, TKN, & Pahlawan”.

Untuk lomba Pemilihan Engino & Enginy Ambassador KLORIDA 2012, kegiatan ini merupakan acara pencarian ikon untuk devisi jurnalistik HIMA TKN (KLORIDA). Tentu saja, kegiatan ini dibentuk atas kerja sama devisi jurnalistik HIMA TKN bersama panitia dies natalis HIMA TKN 2012.

Setelah dilakukan seleksi oleh devisi jurnalistik, maka terpilihlah 3 orang finalis Engino dan 3 orang finalis Enginy yang nantinya pada malam dies natalis akan diadakan perlombaan final. Mereka adalah Guntur Sodikin (mahasiwa tkn 2011), Tri Wahyu Santoso (mahasiswa tkn 2010), dan Ade Saputra (mahasiswa tkn 2011) sebagai finalis Engino. Semetara itu, untuk finalis Enginy, mereka adalah Nurazizah P (mahasiswi tkn 2011), Ika Widya K (mahasiswi tkn 2010), dan Fatmawati N (mahasiswi tkn 2010). Pada saat seleksi pertama, diikuti oleh 26 orang peserta dari seluruh tingkatan jurusan teknokimia nuklir, mulai dari tkn 2009 sampai tkn 2012.

Lomba futsal (play to the beat) yang telah dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 3 November ini, diikuti khusus oleh mahasiswa/i jurusan teknokimia nuklir. TKN 2009, baik tim putra maupun putri, masih menunjukan kehebatan mereka. Sebelum menjadi pemenang, tim putri TKN 2009 mendapat perlawanan di final melawan tim putra TKN 2011. Untuk tim putri, tim TKN 2012 harus kandas dan membungkus harapannya menjadi pemenang lomba futsal putri melawan kehebatan tim putri TKN 2009.

Untuk lomba poster, panitia mengangkat tema “Aku, TKN, dan Pahlawanku”. Pengumpulan terakhir tanggal 8 November 2012. Yuk Ikutan ! (andri/klorida)

Mahasiswa TKN : ”Penyedia SDM iptek nuklir yang profesional”

Yogyakarta, KLORIDA – ”Penyedia SDM iptek nuklir yang profesional” dengan lantang dan serempak, mahasiswa Teknokimia Nuklir (TKN) menyuarakan Visi STTN-BATAN diakhir acara tatap muka bersama tim Asesor BAN PT.

Asesor adalah tenaga pakar pada bidang ilmu, bidang studi, profesi, dan atau praktisi yang mewakili BAN-PT dalam penilaian akreditasi program studi, melalui dua tahap penilaian yaitu pertama penilaian terhadap borang dan atau portofolio program studi/institusi yang disampaikan oleh program studi beserta lampiran-lampirannya melalui pengkajian “di atas meja” (desk evaluation) dan kedua penilaian di lapangan (visitasi) untuk validasi dan verifikasi hasil desk evaluation, dan melakukan penilaian di tempat kedudukan program studi/institusi.

Kegiatan tatap muka yang diikuti oleh 34 orang mahasiswa teknokimia nuklir ini, membicarakan seputar kegiatan perkuliahan yang berkenaan dengan prodi teknokimia nuklir itu sendiri. Tim Asesor BAN PT, Prof. Ir. Eddy Yahya Msc PhD dan Dr. Ir. Mathanael Panagung Tandian, pertama-tama menanyakan seputar kegiatan praktikum yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat I dan Tingkat II dan mekanisme pengumpulan laporan. “Kalau kami yang semester 1 sekarang ini, laporannya harus dikumpulkan pada hari itu juga” jawab Ahmad, mahasiswa semester 1 teknokimia nuklir. Hal yang berbeda utarakan oleh Guntur Sodikin dan Andri Saputra, mahasiswa semester III teknokimia nuklir “Untuk mekanisme pengum pulan laporan, dari Asistennya menjadwalkan 1 minggu untuk masa pengumpulan laporan”. Setelah menanyakan perihal mekanisme laporan, tim Asesor BAN PT menanyakan seputar Tugas Akhir (TA) kepada mahasiswa teknokimia nuklir tingkat IV. Tak ketinggalan, mahasiswa tingkat III teknokimia nuklir ikut mendapat beberapa pertanyaan seputar prodi teknokimia nuklir. Sebelum acara selesai, mahasiswa teknokimia melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan bersama tim Asesor BAN PT. (andri/klorida)

MAKRAB HIMA TKN “Makin Akrab, Makin Aseeekk!”

Yogyakarta, KLORIDA – “Makin akrab, makin asek!” jargon dari kegiatan makrab HIMA TKN ini begitu sering terdengar pada hari Sabtu tanggal 6 Oktober 2012. Bertempat di Studio Audiovisual di Kaliurang Yogyakarta seluruh mahasiswa baru dan keluarga besar HIMA TKN berkumpul untuk saling mengakrabkan diri pada acara “Malam Keakraban HIMA”. Acara ini merupakan salah satu proker dari Divisi Kemahasiswaan HIMA. Setelah makan siang, dilakukan pembukaan acara MAKRAB oleh ketua panitia MAKRAB HIMA TKN Tino Umbar. Acara selanjutnya yaitu pembekalan ilmu yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Sugili Putra S.T yang mengisi materi mengenai karya ilmiah dan dilanjutkan dengan Wiwien Indriyani, selaku alumnus TKN STTN BATAN.

Sore harinya acara diisi dengan Games sore, games kali ini bertujian untuk melatih kerjasama antar anggota team, dan juga melatih kecepatan berfikir seluruh anggota tim. Pada acara Games kali ini dimenangkan oleh tim 2 yang diketuai oleh Tri Wahyu Santoso. Acara dihentikan sementara karena peserta harus mandi serta shalat maghrib berjamaah.

Malam harinya, acara dibuka oleh penampilang drama dari Teknokimia 2012 yang berjudul “Panas Dingin Award” drama yang sekiranya tampil di malam sarasehan TKN ini digabung dengan malam makrab. Drama yang ditampilkan cukup mengocok perut dan menghibur panitia dan peserta yang sudah tampak kelelahan. Acara selanjutnya yakni sharing-sharing antar angkatan, di acara ini setiap anggota keluarga HIMA TKN yang datang malam itu memperkenalkan diri mereka dan menyampaikan pesan dan kesannya untuk kemajuan TKN itu sendiri.

Setelah sharing-sharing ditemani api unggun dan gelapnya malam, acara dilanjutkan dengan pentas seni yang bertujuan untuk mengasah kreativitas seluruh peserta makrab. Pada acara kali ini dimenangkan oleh kelompok yang dipimpin oleh Dolly Gusrizal. Hingga akhirnya pada pukul 24.00 seluruh peserta dan panitia dipersilahkan menuju tempat penginapan untuk beristirahat. Acara pagi harinya (7/10) dimulai dengan senam pagi bersama yang dipimpin oleh Nofriady Azis dengan senam khasnya Roly Poly. Selanjutnya para peserta di isi ulang dulu sebelum melakukan outbond dengan makan nasi kuning bersama. Sesudahnya peserta mulai berangkat satu persatu menuju lokasi outbond yang menegangkan. Di lokasi outbond kali ini peserta harus rela, jatuh, basah dan kotor karena medannya yang beraneka ragam. Banyak peserta yang menegluhkan keadaan medan yang berat dan games yang membuat badan mereka kotor, namun overall makrab kali ini berhasil mengakrabkan keluarga Besar HIMA TKN. (risha/klorida)

4 Karya Ilmiah Terbaik Berlaga di PINOKIO

Yogyakarta, Depkominfo BEM – Untuk melatih mahasiswa dalam berinovasi dan berkompetisi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STTN-BATAN, minggu (4/11) kemarin mengadakan acara Pekan Inovasi Karya Ilmiah dan Teknologi. Acara yang merupakan program kerja dari Departemen Riset dan Teknologi BEM STTN ini, diikuti oleh 4 kelompok finalis dengan poin tertinggi yang telah bersaing dalam selseksi karya tulis oleh tim juri sebelumnya.

Acara yang telah dilakukan untuk kedua kalinya ini, mempunyai target melatih mahasiswa STTN untuk menganalisa dan mengkritisi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan dengan dasar keilmuan serta rasionalitas mampu mengembangkan suatu teknologi untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Tujuan PINOKIO diadakan juga sebagai wadan anak-anak STTN berkompetisi dan unjuk inovasi” ungkap ketua pelaksana saat dikonfirmasi pagi tadi lewat handphone .

Acara yang diselenggarakan di auditorium STTN-BATAN itu, dihadiri oleh Bpk. Nugroho Trisanyto, SST dan Ibu Maria Christina Prihatiningsih, SST sebagai dewan juri. Kelompok dengan anggota Faris Manggalakusuma , Meki Arian Saputra dan Andhika Engar Pamungkas sebagai finalis, diberi kesempatan pertama untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya. Prinsip kerja karya denga judul ” Home Intelligence” ini adalah melakukan otomasi lampu dan jendela yang dapat nyala dan terbuka sesuai dengan variabel waktu yang ditentukan. ” Ide awal karya ini bersasal dari saya sendiri sebagai anak kost, yang kurang puas jika bangun kesiangan, namun lampu masih menyala dan jendela masih tertutup” ungkap faris saat menjawab pertanyaan dari dewan juri.

Presentasi karya kedua dilakukan oleh kelompok EMC vol 2 dengan anggota Ahsanu Qoulan dan Herdi Afrizal dan hasil karya ” Pembuatan Hand Dryer sederhana. Tim yang berasal dari prodi elmek 2011 ini menggunakan hair dryer sebagai komponen pemanas utama. Mereka mengaku sempat mengalami kesulitan perihal otomasi pengoperasian alat tersebut. ” Awalnya kami berencana menggunakan sensor photodiode, namun karena sensitivitasnya yang menurut kami kurang, digunakan limit switch untuk mengoperasikan alat” ujar Ahsanu dalam sesi presentasi. Namun kelompok ini berharap, kedepannya dapat dilakukan pengembangan agar alat yang mereka rancang benar-benar dapat dioperasikan secara otomatis.

Tidak mau kalah dengan juniornya, pada kesempatan ketiga giliran Arif Adityas Budiman dari prodi elmek 2009 memamerkan hasil karyanya dengan judul ” Rancang Bangun Pendingin Notebook” . Kelompok yang juga dianggotai Bayu Dirgantara dan Charvien Ghiyats ini menawarkan kosep baru sistem pendingin yang telah terintegrasi dengan notebook dan catu daya 12 Volt serta casing dari alumunium yang memiliki konduktivitas termal yang baik. Semua itu dirancang dengan harapan notebook akan bekerja lebih optimal dan tidak terganggu dengan panas yang dihasilakan dari hardware notebook itu sendiri.

Sebagai finalis terakhir, dipresentasikan karya dengan judul “Kalkulator Pekerja Proteksi Radiasi v.1.02” . Karya ilmiah dari kelompok yang diketuai M. Farid Muhyidin yang juga merupaikan ketua pelaksana kegiatan PINOKIO, serta anggota Abdul J.P dari prodi elmek 2010 ini sebenarnya adalah pengembangan dari karya ilmiah yang tahun lalu menjadi jurara di even yang sama ini. Kalkulator yang dikembangkan dengan bahasa pemrograman delphi ini, dapat menghitung aktivitas sumber radiokatif dan waktu maksimal yang diperbolehkan bagi petugas proteksi radiasi untuk bekerja di derah radiasi.

Di akhir acara Pekan Inovasi Karya Ilmiah dan Teknologi atau yang disingkat dengan PINOKIO ini, juga disampaikan evaluasi dari dewan juri. Secara umum, tim juri masih menekankan pada blok diagram rangkaian yang tidak dibuat oleh seluruh finalis. “Blok diagram ini sangat penting, karena dapat membantu orang lain untuk mengerti prinsip kerja dari alat yang kita buat” ujar pria yang sering berkacamata itu. Bapak Nugroho Trisanyoto, SST juga berpesan, kedepannya agar para peserta dapat membuat slide presentasi yang lebih menarik dan informatif. Adapun pengumuman pemenang akan dilakukan pada puncak parade lomba ilmiah pada acara lomba MIPA tingkat SMA se-DIY dan JATENG senin (10/11) pekan depan (astro)

PTLR Selenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Limbah Radioaktif

Yogyakarta, Depkominfo BEM – Bertempat di auditoruim STTN-BATAN Yogyakarta pada kamis (1/11), Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR)-BATAN, mengadakan sosialisasi pengelolaan limbah radioaktif. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang peraturan, perijinan, pengelolaan, keselamatan dan keamanan limbah radioaktif serta sebagai forum diskusi bagi para peserta sehingga tujuan akhir dari pengelolaan limbah radioaktif dapat tercapai yaitu keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan.

Ketua tim sosialisasi, Ir. Suryantoro, MT secara simbolis membuka acara sosialisasi pengelolaan limbah radioaktif dengan pemberian cinderamata kepada Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN Yogyakarta. Dalam sambutan pembukaannya, beliau mengajak kepada para peserta yang umumnya adalah mahasiswa/i tingkat akhir untuk serius menyimak materi yang disajikan, sebagai bekal untuk ujian mendapatkan Surat Ijin Bekerja sebagai Petugas Proteksi Radiasi (SIB-PPR). “Pengetahuan tentang peraturan, perijinan, pengelolaan, keselamatan dan keamanan limbah radioaktif, tidak menutup kemungkinan akan dijadikan sebagai salah satu materi ujian PPR” imbuhnya.

Sosialisasi yang mengambil tema “Aplikasi Teknik Nuklir dan Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia” ini terdiri atas 5 tahap presentasi. Walaupun kegiatan ini diadakan dalam masa ujian tengah semeseter ganjil, para peserta yang merupakan mahasiswa semeseter VII jurusan teknofisika dan teknokimia nuklir ini, cukup antusias menyimak materi demi materi yang dipresentasikan setiap penyaji. Alhasil, banyak pertayaan yang diajukan setiap selesai penyajian materi.

Materi pertama disajikan oleh perwakilan dari pihak Pusat Diseminasi Iptek Nuklir (PDIN)-BATAN Jakarta. Dalam materinya diterangkan bahwa, perkembangan litbang nuklir di Indonesia memiliki sejarah dan perjalanan yang panjang. Dimulai dari pembentukan Panitia Negara untuk Penyelidikan Radioaktivitas yang bertugas menyelidiki resiko penyebaran zat radioaktif, yang tersebar di samudera Pasifik selama perang dunia II pada tahun 1954, sampai pergantian nama menjadi Badan Tenaga Atom Nasional tahun 1964. Litbang iptek nuklir khususnya di Indonesia juga sampai saat ini telah meluas diberbagai bidang kehidupan, diantaranya pertanian, peternakan, kesehatan, uji tak merusak, sumber daya air lingkungan sampai bidang energi (PLTN) yang sampai saat ini masih menjadi cita-cita.

Setelah istirahat makan siang, pada pukul 13.00 wib peserta kembali dikumpulkan untuk menyimak materi-materi selanjutnya. Masing-masing dari Ibu L. Kwin Pudjiastuti tentang “Aspek Keselamatan dalam Pemanfaatan Nuklir” ; “Penglolaan Bahan Bakar Nuklir Bekas di Indonesia” oleh ibu Dyah Sulistyani; dan materi dari bapak Marhaeni Joko Puspito tentang “Teknologi Pengelolaan Limbah Rdioakatif” yang ketiganya dari Pusat Teknologi Limbah Radioakatif (PTLR)-BATAN Serpong Tangerang.

Sebagai materi pamungkas, disajikan materi tentang “Pengiriman Limbah Radioaktif ” oleh bapak Suhartono, yang juga sempat merasakan bangku kuliah di STTN. Menurut beliau, secara umum pengiriman zat khususnya limbah radioaktif melibatkan 4 pihak. “Pengirim bertugas untuk menyiapkan pengiriman, pengangkut adalah pihak yang melakukan pengangkutan, penerima yang akan menerima dan dinyatakan dalam dokumen pengangkutan, dan pengawas” ujarnya. Dimana masing-masing pihak akan saling berkoordinasi dan mengikuti segala prosedur untuk menjamin kelancaran pengiriman limbah radioaktif. “Dalam hal ini, pihak penerima adalah PTLR-BATAN sedangkan pihak pengawas adalah BAPETEN yang berkedudukan di Jakarta” tambah pria kelahiran Bantul itu.

Kegiatan yang berakhir sore itu, ditutup dengan penyampaian pesan kesan oleh perwakilan mahasiswa.“Dengan adanya kegiatan seperti ini, semoga visi PTLR untuk menjadi sentra nasional pengembangan teknologi dan layanan pengelolaan limbah radioaktif, keselamatan lingkungan dan radioekologi kelautan akan semakin dikenal dan terwjud serta berjalan dengan baik dan lancar” ujar Argo Satrio (elins 2009). Ia juga berpesan agar pihak STTN dapat menjaga hubungan dan kerjasama dengan pihak PTLR, agar kegiatan baik seperti ini dapat terus dilanjutkan bahkan dapat dijadiakan sebagai agenda tahunan.(astro)