Gandeng Anlene, Einsten.com gelar Bakti Sosial di Ngaglik

Suasana di balai desa dusun Pedak Kecamatan Ngaglik-Sleman pagi itu sedikit berbeda. Para lansia berbondong-bondong datang ke sebuah gedung yang biasanya sepi tak berpenghuni. Terangnya sinar mentari dan cuaca yang cerah, ikut melengkapi pancaran senyum bahagia dari mereka yang umumnya tidak bisa berbahasa Indonesia. Rupanya, saat itu sedang diadakan pemeriksaan tulang gratis yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektronika Instrumentasi STTN-BATAN Yogyakarta.

Himpunan Mahasiswa Elektronika Instrumentasi atau yang lebih dikenal dengan einsten.com menggandeng produsen susu kesehatan tulang ternama anlene , menggelar kegiatan bakti sosial di Dusun Pedak, Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (13/10) minggu kemarin. Sedikit berbeda dengan konsep tahun lalu, bakti sosial yang dilakukan berupa pengecekan dan konsultasi tulang gratis bagi masyarakat khususnya yang telah berusia lanjut.

Kegiatan yang mengambil tema “Einsten.com berbagi kasih” ini merupakan program kerja divisi eksternal yang bertujuan menumbuhkan jiwa sosial terhadap saudara yang kurang mampu. Edo firmansyah (elins2010) sebagai ketua pelaksana mengaku konsep bakti sosial tahun ini sengaja di buat berbeda dari tahun lalu. “Pengecekan tulang gratis ini juga untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah” ungkapnya dalam sambutan pembukaan.


Ketua Panitia dan Kepala Dukuh saat memberi Sambutan

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis (puskesmas keliling) bagi para lansia dengan menerjunkan petugas dari puskesmas 1 ngaglik . Setidaknya terdapat 132 orang lansia dari padukuhan dusun Pedak yang mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.

Kepala Dukuh dusun Pedak, Giananto menyambut baik pemberian bantuan dari Einsten.com . Bantuan tersebut cukup bermanfaat bagi masyarakatnya. Pasalnya, masyarakat yang berusia lanjut di daerahnya cukup banyak. Namun, sampai sekarang masih sedikit yang peduli terhadap kesehatan tulang, yang semakin rawan seiring bertambahnya usia.


Seorang peserta sedang berkonsulatasi dengan tim bone scan anlene

Saat acara berlangsung, beberapa pantia juga sempat mengalami kesulitan dalam hal berkomunikasi. Peserta yang didominasi para lansia, dalam kesehariannya terbiasa menggunakan bahasa jawa kromo . “Saat bertanya, harusnya asmanipun sinten, aku malah bilang asmanipun pinten” ungkap Risky Nurseila Karthika (elins2011). “Tapi secara umum acaranya seru banget, bisa bantuin ibu dan bapak-bapak lansia di desa merasakan pemanfatan iptek” lanjut panitia yang memang berasal dari Balikpapan-Kalimantan Timur itu.


Seorang panitia sedang melengkapi data diri peserta

Pihak anlene sendiri mengirim 3 orang petugas (tim bonescan ) untuk melayani para peserta di rumah Alm. Budi Susanto yang biasa digunakan sebagai balai desa. Luasnya ruang tamu, cukup untuk menampung para lansia yang tidak sedikit datang membawa anak atau cucunya.


Pemeriksaan kondisi tulang pesertan dengan alat bone scan

Pemeriksaan tulang ini sendiri, menggunakan salah satu instrumentasi medik berupa bonescan berbasis gelombang ultrasonic . Dimana cepat rambatnya akan bervariasi saat melalui media dengan kerapatan yang berbeda. Setelah melakukan pengecekan, peserta akan diberikan skor dan akan dijelaskan tentang potensi kesehatan tulangnya.


Tim panitia pelaksana, berpose di akhir acara

Kegiatan bakti sosial yang berakhir pada pukul 13.00 wib itu, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan dies natalis Einsten.com yang ke-5. Sebelumnya, juga telah diadakan elins competition yang dimenangkan oleh Elins 2009 sebagai juara umum. Disamping itu juga akan diadakan reuni akbar dan lomba robot line follower yang semuanya itu diadakan sebelum acara malam puncak 15 Desember nanti. (Depkominfo BEM/astro)

Foto-foto lengkap kegiatan, dapat dilihat disini

PEMUDA INDONESIA : Sebuah Renungan…

Oleh : Muhammad Risky Listyawan (elins 2011)

“Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai dan Belajar Sejarah !” Ngomongin soal sejarah, bulan oktober ini ada hari yg bersejarah buat bangsa dan negeri kita. Hari kesaktian pancasila untuk mengenang jasa pahlawan revolusi yang teguh dalam pendiriannya untuk mempertahankan ideologi pancasila dan hari sumpah pemuda.

Menurut sejarah, para pahlawan revolusi itu disiksa oleh kebiadaban G-30-PKI (pimpinan DN.Aidit) yang ingin mengganti ideologi Negara ini dengan ideologi komunis. Mereka adalah para jendral yg tidak mau mengakui adanya kekuasaan Komunis kecuali ideologi pancasila. Para pendiri PKI geram melihat kegigihan mereka dalam menjaga kemurnian pancasila yg tak pernah diganggu gugat. Akhirnya tanggal 30 september 1965 malam, PKI melancarkan aksi penculikan besar-besaran terhadap para jendral dalam keadaan hidup atau mati.
Dengan akal liciknya, saat penculikan pasukan PKI mengaku sebagai pasukan yg diperintahkan presiden untuk menjemput para jendral bahwa keadaan negara genting. Presiden mengundang para jendral untuk segera menemui presiden. Para jendral pun kaget kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Ada beberapa jendral yg menolak. Namun, ada pula yg percaya mau ikut mengikuti kehendak pasukan itu.

Para jenderal dibawa menuju ke sebuah rumah tua yang ternyata sudah terdapat banyak orang. Kemudian mereka menghakimi para jendral dengan tidak manusiawi. Para jendral dipaksa untuk mengakui adanya dewan jendral/PKI dan disiksa begitu pedih, sehingga mereka akhirnya gugur. Jenazahnya pun dibuang di sebuah sumur tua di daerah lubang buaya dekat Halim Perdana Kusuma. Inilah sosok mereka temen-temen, yg telah menjadi korban oleh kebiadaban PKI.


Pahlawan Revolusi :
1.Letnan Jenderal Anumerta S. Parman
2.Kapten Piere Andreas Tendean
3.Letnan Jenderal Anumerta Suprapto
4.Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani
5.Letnan Jenderal Anumerta M.T. Haryono
6.Mayor Jenderal Anumerta D. Isac Panjaitan
7.Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo

Hari kesaktian pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober untuk mengenang jasa para Jenderal dan perwira yang telah gugur. Diantara nama dan status pangkat para pahlawan ini diberi tanda jasa berupa Anumerta karena jasa mereka mempertahankan pancasila yg harus dibayar dengan nyawa. Di sumur tempat mereka disiksa telah dibangun sebuah prasasti, yang menggambarkan semangat mereka. Prasasti itu bertuliskan : Cita – cita perjuangan kami untuk menegakkan kemurnian pancasila tidak mungkin dipatahkan hanya dengan mengubur kami dalam sumur ini.


Sumur tempat pembantaian dan monumen kesaktian pancasila

Pesan yang dalam banget bukan? Sadar pada sebuah tekat yang tak pernah padam dengan mempertahankan suatu cita-cita. Begitu juga dengan semangat kita sebagai para pemuda Indonesia yg rela dan gigih, tak pernah pudar dan padam dalam mengisi sebuah kemerdekaan dengan melakukan hal-hal positif. Lihat darah mereka yang telah bercucuran ! Apa kita tak malu dengan mereka ?

Pemuda yg terus mengamalkan nilai-nilai pancasila adalah pemuda yg berjiwa pahlawan. Jadilah pemuda yg selalu bangga dengan negeri yang kaya ini. Bangun-bangun hai pemuda ! Ini saatnya kita mengabdikan diri pada Negeri. Saat kita tengok sejarah, bisa dilihat semangat pemuda-pemuda dahulu yang bersatu dan melibatkan diri mereka dalam kesuksesan negara dan bangsa ini. Semangat itu terlukiskan pada peristiwa sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

Sumpah pemuda merupakan peristiwa dimana para pemuda bertekad dan bersatu, untuk satu hal Indonesia Merdeka. Bermula dari kongres pemuda yang dihadiri oleh pewakilan hampir seluruh Indonesia. Dalam kongres itu lagu Indonesia terdengar pertama kali yg dimainkan oleh W.R. Supratman dengan menggunakan sebuah biola. Para pemuda mengikrarkan diri mereka sendiri dalam sebuah kongres pemuda yang isinya :


Sumpah Pemuda
- Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia.
- Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
- Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia.

Ikrar yg begitu tegas dalam penyampaiannya. Hal ini menonjolkan sifat pemuda yg penuh ambisi dalam mencapai cita-cita Indonesia merdeka. Pemuda saat itu bertekat menjalankan sumpahnya yakni menjadi pemuda yg bertanah air Indonesia yg melebur tak kenal perbedaan menjadi sebuah bangsa indonesia. Dalam berbahasa menggunakan bahasa pemersatu yakni bahasa Indonesia. Tetapi apakah pemuda saat ini melakukan sepenuhnya sumpah ini?

Disekitar kita banyak sekali yg belum mengerti arti dalam sumpah pemuda. Saat melihat hal ini, apakah kita hanya bisa diam? TIDAK, Diam berarti mati, mati karena ketidaktahuan, ketakutan, dan masa bodoh. Move On ! kata yg pantas buat kita sebagai pemuda. Niatkan dalam hati kalian (in personal prime), untuk menolak kuat segala aktivitas negatif dalam diri kita. Isi kegiatan kita dengan hal-hal postif dan penuh ceria.


Kontras : semangat kebersamaan saat kongres pemuda dan aksi tawuran antar mahasiswa

Jadilah pemuda cerdas ! Pemuda yang mampu belajar dari kesalahan dan memperbaikinya menjadi lebih baik. Pemuda cerdas juga selalu mengisi kegiatannya dengan berbagai bidang yg mereka miliki (bakat) dan kemampuan. Seperti bidang seni, kesehatan, hukum, maupun bidang riset dan teknologi.

Tidak sedikit pemuda Indonesia yg telah sukses dalam bidangnya masing-masing yg digeluti. Tidak terkecuali bidang riset dan teknologi. Pemuda Indonesia bukan pemuda yang bodoh dan hanya menjadi penonton kemajuan teknologi jaman. Pemuda Indonesia selalu mengikuti dan berinovasi dalam perkembangan teknologi jaman. Apa buktinya?

Penguasaan teknologi nuklir adalah bukti bahwa pemuda Indonesia mampu dan mengikuti teknologi jaman. Indonesia mampu mengoperasikan 3 reaktor riset yg telah dioperasikan sesuai prosedur dan selamat. Mengapa ragu dengan kemampuan pemuda Indonesia? Dengan binaan yang tepat, pemuda Indonesia sungguh luar biasa !

Mari kita sebagai pemuda Indonesia terus belajar, belajar, belajar, kata yg tak pernah habis sampai kita tak melihat dunia kembali. Okey temen-temen para pembaca, semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua, PEMUDA INDONESIA, BISA!

Ingin tulisanmu ditampilkan dalam web ini? Kirim naskah dan biodatamu (format word) via email ke argo.satrio@gmail.com dengan subject ‘artikel website bem sttn”.

Salam Hangat,
DEPKOMINFO

PEMUDA dan PANCASILA ? : Bincang-bincang dengan Ketua BEM dan PUKET III

Sahabat Depkominfo, saat ini keluhuran nilai-nilai Pancasila dikalangan pemuda Indonesia sudah mulai luntur. Banyak terjadi aksi tawuran yang dilakukan oleh para pelajar, yang sebenarnya sih masih duduk dibangku dunia pendidikan . Miris memang, sebagai calon pemimpin bangsa Pancasila hanya dijadikan sebagai konsep tekstual tanpa adanya implementasi di kehidupan sehari-hari. Jika hal ini terus terjadi, bukan tidak mungkin pancasila dimasa depan hanya akan menjadi sebuah catatan sejarah. Sebenarnya apa sih yang salah? Lalu apa keterkaitan antara pemuda dan pancasila? Berikut hasil wawancara tim depkominfo dengan Puket III bidang Kemahasiswaan Bapak Drs. Supriyono, M.Sc dan Ketua BEM STTN-BATAN Yogyakarta Saudara Aulia Rahman I.F.P:


Q : Menurut Bapak, apa definisi pemuda?

A : Pemuda adalah orang yang masih berusia muda, bersemangat muda dan mempunyai cita cita untuk mengembangkan dan berkarya untuk bangsa.

Q : Dari kacamata bapak sebagai dosen sttn, aksi kepemudaan seperti apa yg dapat dilakukan dikampus ?

A : Seperti halnya tadi bahwa muda adalah yang berjiwa muda. Dosen menganggap bahwa semua mahasiswa adalah pemuda. Oleh karena itu, harus bisa berkiprah untuk kemampuan bangsa terutama mahasiswa sttn ini wajib hukumnya mempunyai misi untuk memajukan iptek nuklir. Tentunya dengan belajar yang rajin, aktif dalam komunikasi inter dan antar mahasiswa serta memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap kemajuan2 khususnya dibidang iptek nuklir

Q : Pemuda saat ini mudah sekali terprovokasi, kerap terjadi tawuran antar siswa sampai mahasiswa. Menurut bapak, apakah ini dikarenakan pemahaman akan nilai-nilai pancasila yang semakin berkurang?

A : Bukan karena pemahaman mereka tentang pancasila yang kurang, tetapi dipengaruhi oleh kesadaran mahasiswa itu sendiri. Apakah yang bersangkutan sudah memiliki kesadaran yang tinggi, karena mahasiswa yang sudah memiliki kesadran yang tinggi tidak akan punya waktu untuk tawuran atau melakukan perbuatan kriminal lainnya.

Q : Cara seperti apa yang dapat dilakukan agar pemuda dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur yg ada pada pancasila?

A : Pancasila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa sudah diamalkan oleh masing2 mahasiswa itu sendiri dan kampus telah memfasilitasinya. Kegiatan yang ada sekarang ini seperti kalam. Pancasila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab lebih pada kegiatan yg bersifat sosial seperti baksos. Dengan adanya bksos mahasiswa bisa melihat bahwa ada orang orang yang perlu kita ulurkan tangan. Pancasila ketiga, persatuan indonesia, banyaknya aktifitas yang bersifat kompetisi seperti bem yang anggota-anggotanya terdiri dari berbgai daerah dan prodi namun tetap bersatu. Pancasila ke 4, seperti di dalam rapat semua mengedepankan musyawarah dan ini telah dilaksanakan. Pancasila ke 5, dengan adanya bantuan seperti bea siswa untk mahasiswa yg kurang mampu.


Q : Menurut Saudara, apa definisi pemuda?

A : Secara hukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun. Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.

Q : Sebagai mahasiswa sttn, aksi kepemudaan seperti apa yg dapat dilakukan dikampus?

A : Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial. Kedudukannya yang strategis sebagai penerus cita – cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.
Peran pemuda itu dapat kita lakukan sesuai koridor tempat dan pelaksanaannya. Dilingkungan kampus misalnya menjalankan kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab adalah hal yang paling utama bagi setiap orang, tapi apalah guna jika hidup hanya untuk diri sendiri. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk kepentingan bangsa dan negara. Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum. Semakin bertambahnya kewajiban, semakin bijaksana membagi waktu. Ada kemauan maka ada jalan.

Q : Pemuda saat ini mudah sekali terprovokasi, kerap terjadi tawuran antar siswa sampai mahasiswa. Menurut anda, apakah ini dikarenakan pemahaman akan nilai-nilai pancasila yang semakin berkurang?

A : Pemahaman mengenai Pancasila pada masyarakat dipengaruhi banyak hal,misalnya menurunnya sosialisasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat, pendidikan masyarakat, sikap apatisme, berkembangnya hedonisme dan materalisme, serta orientasi syariah sebagai pandangan hidup merupakan faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat meninggalkan nilai-nilai luhur Pancasila.

Memang masih sering kita jumpai tawuaran dan tindakan anarki yang dilakuan oleh pemuda pemuda berbagai daerah di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari provokasi-provokasi oknum tertentu. Sebagi seorang pemuda yang berpendidikan seharusnya kita bisa lebih dewasa dalam menyikapi suatu hal. Kalian pasti sudah pernah nonton komedi Warkop DKI kan? serial film yang digawangi oleh Dono, Kasino, Indro. Kelebihan Warkop dibandingkan grup lawak lain, adalah tingkat kesadaran intelektualitas para anggotanya. Karena sebagian besar adalah mahasiswa (yang kemudian beberapa menjadi sarjana), maka mereka sadar betul akan perlunya profesionalitas dan pengembangan diri kelompok mereka. Dari pemikiran postif sederhana itu dapat kita contoh.

Q : Cara seperti apa yang dapat dilakukan agar pemuda dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur yg ada pada pancasila?

A : Pemuda dituntut untuk berperan lebih, dan pada kaum kita pada umumnya (mahasiswa). dapat banyak hal yang kita lakukan, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembang tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta juga kehidupan diluar kampus. Betapa pentingnya peranan mahasiswa bagi masyarakat, betapa berharganya peran mahasiswa mengkritik apa yang salah dari lingkungannya. Berdasarkan itulah perlu dirumuskan peranan mahasiswa.