PEMUDA INDONESIA : Sebuah Renungan…

Oleh : Muhammad Risky Listyawan (elins 2011)

“Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai dan Belajar Sejarah !” Ngomongin soal sejarah, bulan oktober ini ada hari yg bersejarah buat bangsa dan negeri kita. Hari kesaktian pancasila untuk mengenang jasa pahlawan revolusi yang teguh dalam pendiriannya untuk mempertahankan ideologi pancasila dan hari sumpah pemuda.

Menurut sejarah, para pahlawan revolusi itu disiksa oleh kebiadaban G-30-PKI (pimpinan DN.Aidit) yang ingin mengganti ideologi Negara ini dengan ideologi komunis. Mereka adalah para jendral yg tidak mau mengakui adanya kekuasaan Komunis kecuali ideologi pancasila. Para pendiri PKI geram melihat kegigihan mereka dalam menjaga kemurnian pancasila yg tak pernah diganggu gugat. Akhirnya tanggal 30 september 1965 malam, PKI melancarkan aksi penculikan besar-besaran terhadap para jendral dalam keadaan hidup atau mati.
Dengan akal liciknya, saat penculikan pasukan PKI mengaku sebagai pasukan yg diperintahkan presiden untuk menjemput para jendral bahwa keadaan negara genting. Presiden mengundang para jendral untuk segera menemui presiden. Para jendral pun kaget kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Ada beberapa jendral yg menolak. Namun, ada pula yg percaya mau ikut mengikuti kehendak pasukan itu.

Para jenderal dibawa menuju ke sebuah rumah tua yang ternyata sudah terdapat banyak orang. Kemudian mereka menghakimi para jendral dengan tidak manusiawi. Para jendral dipaksa untuk mengakui adanya dewan jendral/PKI dan disiksa begitu pedih, sehingga mereka akhirnya gugur. Jenazahnya pun dibuang di sebuah sumur tua di daerah lubang buaya dekat Halim Perdana Kusuma. Inilah sosok mereka temen-temen, yg telah menjadi korban oleh kebiadaban PKI.


Pahlawan Revolusi :
1.Letnan Jenderal Anumerta S. Parman
2.Kapten Piere Andreas Tendean
3.Letnan Jenderal Anumerta Suprapto
4.Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani
5.Letnan Jenderal Anumerta M.T. Haryono
6.Mayor Jenderal Anumerta D. Isac Panjaitan
7.Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo

Hari kesaktian pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober untuk mengenang jasa para Jenderal dan perwira yang telah gugur. Diantara nama dan status pangkat para pahlawan ini diberi tanda jasa berupa Anumerta karena jasa mereka mempertahankan pancasila yg harus dibayar dengan nyawa. Di sumur tempat mereka disiksa telah dibangun sebuah prasasti, yang menggambarkan semangat mereka. Prasasti itu bertuliskan : Cita – cita perjuangan kami untuk menegakkan kemurnian pancasila tidak mungkin dipatahkan hanya dengan mengubur kami dalam sumur ini.


Sumur tempat pembantaian dan monumen kesaktian pancasila

Pesan yang dalam banget bukan? Sadar pada sebuah tekat yang tak pernah padam dengan mempertahankan suatu cita-cita. Begitu juga dengan semangat kita sebagai para pemuda Indonesia yg rela dan gigih, tak pernah pudar dan padam dalam mengisi sebuah kemerdekaan dengan melakukan hal-hal positif. Lihat darah mereka yang telah bercucuran ! Apa kita tak malu dengan mereka ?

Pemuda yg terus mengamalkan nilai-nilai pancasila adalah pemuda yg berjiwa pahlawan. Jadilah pemuda yg selalu bangga dengan negeri yang kaya ini. Bangun-bangun hai pemuda ! Ini saatnya kita mengabdikan diri pada Negeri. Saat kita tengok sejarah, bisa dilihat semangat pemuda-pemuda dahulu yang bersatu dan melibatkan diri mereka dalam kesuksesan negara dan bangsa ini. Semangat itu terlukiskan pada peristiwa sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

Sumpah pemuda merupakan peristiwa dimana para pemuda bertekad dan bersatu, untuk satu hal Indonesia Merdeka. Bermula dari kongres pemuda yang dihadiri oleh pewakilan hampir seluruh Indonesia. Dalam kongres itu lagu Indonesia terdengar pertama kali yg dimainkan oleh W.R. Supratman dengan menggunakan sebuah biola. Para pemuda mengikrarkan diri mereka sendiri dalam sebuah kongres pemuda yang isinya :


Sumpah Pemuda
- Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia.
- Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
- Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia.

Ikrar yg begitu tegas dalam penyampaiannya. Hal ini menonjolkan sifat pemuda yg penuh ambisi dalam mencapai cita-cita Indonesia merdeka. Pemuda saat itu bertekat menjalankan sumpahnya yakni menjadi pemuda yg bertanah air Indonesia yg melebur tak kenal perbedaan menjadi sebuah bangsa indonesia. Dalam berbahasa menggunakan bahasa pemersatu yakni bahasa Indonesia. Tetapi apakah pemuda saat ini melakukan sepenuhnya sumpah ini?

Disekitar kita banyak sekali yg belum mengerti arti dalam sumpah pemuda. Saat melihat hal ini, apakah kita hanya bisa diam? TIDAK, Diam berarti mati, mati karena ketidaktahuan, ketakutan, dan masa bodoh. Move On ! kata yg pantas buat kita sebagai pemuda. Niatkan dalam hati kalian (in personal prime), untuk menolak kuat segala aktivitas negatif dalam diri kita. Isi kegiatan kita dengan hal-hal postif dan penuh ceria.


Kontras : semangat kebersamaan saat kongres pemuda dan aksi tawuran antar mahasiswa

Jadilah pemuda cerdas ! Pemuda yang mampu belajar dari kesalahan dan memperbaikinya menjadi lebih baik. Pemuda cerdas juga selalu mengisi kegiatannya dengan berbagai bidang yg mereka miliki (bakat) dan kemampuan. Seperti bidang seni, kesehatan, hukum, maupun bidang riset dan teknologi.

Tidak sedikit pemuda Indonesia yg telah sukses dalam bidangnya masing-masing yg digeluti. Tidak terkecuali bidang riset dan teknologi. Pemuda Indonesia bukan pemuda yang bodoh dan hanya menjadi penonton kemajuan teknologi jaman. Pemuda Indonesia selalu mengikuti dan berinovasi dalam perkembangan teknologi jaman. Apa buktinya?

Penguasaan teknologi nuklir adalah bukti bahwa pemuda Indonesia mampu dan mengikuti teknologi jaman. Indonesia mampu mengoperasikan 3 reaktor riset yg telah dioperasikan sesuai prosedur dan selamat. Mengapa ragu dengan kemampuan pemuda Indonesia? Dengan binaan yang tepat, pemuda Indonesia sungguh luar biasa !

Mari kita sebagai pemuda Indonesia terus belajar, belajar, belajar, kata yg tak pernah habis sampai kita tak melihat dunia kembali. Okey temen-temen para pembaca, semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua, PEMUDA INDONESIA, BISA!

Ingin tulisanmu ditampilkan dalam web ini? Kirim naskah dan biodatamu (format word) via email ke argo.satrio@gmail.com dengan subject ‘artikel website bem sttn”.

Salam Hangat,
DEPKOMINFO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *