Owner Coklat Roso Meng-entrepreneur-kan Mahasiswa STTN

YOGYAKARTA – Di sela-sela ujian akhir semester genap, sekitar 75 orang mahasiswa mengikuti kuliah umum tentang kewirausahaan. Hadir sebagai pembicara, entrepreneur muda Meika Hazim owner “Cokelat Roso” taste of jogja yang memproduksi cokelat unik aneka rasa seperti jamu, pedas dan kunyit. Kegiatan yang diselenggarakan di auditorium itu, diikuti oleh mahasiswa/i STTN-BATAN khususnya tingkat III yang baru saja menyelesaikan ujian akhir kamis (21/6) pagi tadi.


Meika Hazim Owner Cokelat Roso taste of jogja

Kegiatan yang juga diikuti beberapa dosen dan staff STTN itu, dibuka secara resmi oleh Puket III bidang Kemahasiswaan Bpk. Drs. Supriyono, M.Sc. Menurut beliau, sudah selayaknya mahasiswa STTN mulai melirik dunia kewirausahaan, agar saat lulus kelak tidak hanya berkeinginan menjadi PNS atau karyawan disuatu instansi maupun perusahaan. “Berdasar data alumnus bulan September kemarin, ada 6 lulusan STTN yang berkecimpung dalam bidang wirausaha, bahkan ada alumnus TKN yang mengembangkan usaha perternakan lele” ungkap beliau pada sambutan pembukaannya.


Suasana Kuliah Umum Kewirausahaan

Dalam materi dengan tema Becoming Young Entrepreneur, Meika Hazim sedikit membagi tips tentang How to do Business , diantaranya adalah start from your hobby, maintain your networking, try the best of the best from you, always make development for your self for your business and just do it . Beliau juga berpesan bahwa hal terpenting dalam berbisnis adalah attitude atau sikap.

Setelah penyampaian materi juga dilakukan diskusi bersama. Sesi pertama dibuka dengan pertanyaan dari 3 orang penanya dengan moderator Bpk. Toto Trikasjono, S.T, M.Kes. Para mahasiwa dan beberapa dosen yang ikut dalam kegiatan, cukup antusias dalam sesi ini. Sesi kedua dilanjutkan dengan tiga penanya berikutnya yang langsung dijawab oleh Meike Hazim.


Sesi tanya jawab

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Subbagian kemahasiswaan ini, bertujuan untuk menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan para mahasiswa STTN. Sekitar pukul 12.15 wib acara di tutup dengan doa yang dipimpin oleh Ibu Siti Umi Sholikhati, S.ST. Pada akhir acara, para peserta juga sempat dibagikan coklat kunyit salah satu produk dari “coklat roso”. (astro)

73 Robot Adu Cepat Berebut 4 Thropy dan 6,5 Juta Rupiah

Yogyakarta – Suasana ballroom Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri UGM siang itu sedikit berbeda. Sekitar 300an orang mahasiswa memadati gedung berlantai 2 tersebut. Tepat di tengah ruangan ada lintasan hitam berkelok-kelok yang menjadi pusat perhatian. Di sisi lain, tidak sedikit mahasiswa yang tengah serius berdiskusi dengan temannya atau sedang meng-coding di depan layar komputer jinjing mereka.

Program Diploma Teknik Elektro – UGM sabtu siang kemarin mengadakan Road Runner Line Follower Contest 2012. Lomba yang diikuti oleh 73 tim ini merupakan serangkaian acara dari Indonesia Technogreen Festival 2012 yang diselenggarakan 2 hari, tepatnya pada tanggal 16-17 Juni 2012. Mengambil tema “Memantik Teknologi dengan Jiwa yang Sehat Sebagai Titik Reformasi Kebangkitan Nasional” juga diselenggarakan pameran teknologi yang diadakan bersamaan dengan lomba robot.


deretan robot peserta

Dalam kontes kali ini, tim robotik STTN-BATAN sendiri meluncurkan 5 tim. Masing-masing yaitu Zirkonium 40 yang dimotori Gina Kusuma, Banggal dengan ketua tim Bangkit Beniardi, Nuclear for Peace dengan robot milik Yudha Kristanto, Kaze yang semua anggotanya dari elins 2010 serta EMC dengan programmer Hasto Kurniawan. Keseluruahan peserta terbagi atas 19 group. Adapaun kelima tim robotik STTN menempati group yang berbeda-beda. Sehingga tidak saling bertemu di babak penyisihan kemarin.


Bangkit dan Galih (tim bangggal) saat berdiskusi tentang program

Semua robot diharuskan untuk dapat melintasi track berkelok-kelok yang cukup susah. Tidak heran banyak robot peserta yang gagal finish bahkan tidak mampu melewati check point 1. Diperlukan kombinasi kepekaan sensor dan coding pogram yang tepat, agar robot dapat berjalan dengan mulus di lintasan.


Gina K (tim zirconium 40) memulai start pada sesi pertama

Dalam babak penyisihan kemarin, dilakukan 2 sesi perlombaan. Setiap peserta diberi kesempatan dua kali melintas track selama 3 menit dan hasilnya akan diakumulasikan untuk menentukan tim yang berhak melangkah ke babak selanjutnya. Hasil beragam diperoleh kelima tim robotic STTN-BATAN. Pada sesi pertama, Kaze yang menempati group 1 berhasil menjadi yang terdepan mengungguli 3 pesaingnya. Dengan kesalahan coding pogram , banggal tak mampu berbuat banyak dilintasan. Nuclear for Peace pun belum menunjukkan peforma yang maksimal. Hasil cukup memuaskan ditunjukkan robot tim EMC yang dioperasikan oleh Herdi Affrizal. Sistem hardware nampaknya masih menjadi masalah serius bagi tim Zirkonium 40 yang terpaksa harus mengundurkan diri setelah menjalani sesi pertama.

“ Saat rangkaian driver dihubungkan pada mynsis, tampilan pada LCD menjadi Errror” ungkap ajik anggota tim zirconium 40. Menurutnya, permasalahan ini baru muncul saat robot dibawa ke UGM. “Padahal semalam robot baik-baik saja, bahkan tadi pagi sebelum berangkat saat masih di kampus robot tidak papa” lanjutnya.

Setelah melewati 2 sesi babak penyisihan, tim robotik STTN hanya menyisakan 2 tim yaitu Kaze dan EMC. Namun sayang perjuangan kedua tim tersebut pun juga harus terhenti. Persaiangan dengan robot-robot dominan yang cukup berat dari PNJ, UNY dan UGM sejak penyisihan akhirnya menghentikan langkah EMC pada babak 16 besar.

Adapun babak 8 besar akan diadakan ahad hari ini 17 Juni 2012 ditempat yang sama. Tim yang lolos ke babak ini berpeluang besar mendapat 4 thropy dan uang dengan total 6,5 juta rupiah yang disediakan oleh pihak panitia.(astro)

Lihat foto-foto selengkapnya disini disini

Bertolak ke Bandung, Tim OPTK Sumbang 1 Perunggu


Dentuman meriam pagi itu mengawali pembukaan Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan tahun 2012. Sebanyak 524 atlet dari 15 PTK se-Indonesia ikut ambil bagian dalam even tahunan yang kali ini diselenggarakan di kota berjuluk Paris Van Java. Sekumpulan orang lengkap dengan seragam olahraga biru-hitam nampak dalam barisan. Didepan mereka juga ada seorang yang memegang bendera berbentuk perisai biru bergambar lambang atom lengkap dengan kapas-padi dan bintang di atasnya.

Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan adalah even tahuan yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia. Sebagai anggota, STTN sendiri telah dua kali berpartisipasi mengikutinya. Untuk tahun 2012, OPTK diselenggarakan di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, tepatnya pada tanggal 2-3 Juni 2012. Dengan mengangkat tema “SPIRIT, FRIENDSHIP AND CELEBRATION”, OPTK tahun ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi taruna atau mahasiswa PTK terutama dalam bidang olah raga dan seni.


kontingen STTN saat mengikuti upacara pembukaaan

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua STKS Bandung DR. Kanya Eka Santi, MSW, bertempat di lapangan parkir STKS Bandung. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antar PTK, menumbuhkan jiwa sportifitas, dan meningkatkan eksistensi PTK dikalangan masyarakat ” ujarnya.

Sebanyak 13 cabang olahraga diikuti oleh taruna dan mahasiswa ‘kampus plat merah’ julukan perguuruan tinggi kedinasaan. Dengan keterbatasan jumlah atlet, kontingen STTN dipaksakan mengikuti seluruh cabor. Padahal jumlah seluruh atlet dan official yang bertolak ke Bandug hanya berjumlah 54 orang. Jauh lebih sedikit dari IPDN, STKS, STSN, AMG dan kampus lainnya yang rata-rata mengirimkan 120an atlet. Akibatnya, ada beberapa atlet STTN yang mengikuti lebih dari satu cabang olahraga. Hasil yang diperoleh pun tidak begitu maksimal.

Dengan keterbatasan fasilitas yang mengikuti standard KONI, tidak semua cabor dilaksanakan diarea kampus STKS. Untuk pertandingan volley, basket, panjat tebing, tenis lapangan, atletik, dan renang diselenggarkan di kompleks olahraga Sasana Budaya Ganesha (sabuga) milik ITB. Kemudian selain futsal, untuk pertandingan indoor seperti tenis meja, catur, scrable, dan bridge dilaksanakan di lapangan dan gedung kampus STKS. Selain itu untuk cabang olahraga bulu tangkis dan bilyard masing-masing diselenggarakan di GOR Cisitu dan Planet Dago.


tim basket putra saat bertanding di lapangan basket sabuga

Hasil beragam diperoleh kontingen STTN pada hari pertama. Untuk pertandingan yang dilaksanakan di sabuga, tim tenis putra STTN harus mengakui keunggulan juara bertahan STAN dengan skor telak 0-2 (0-6 single ; 2-6 ganda). Berbeda dengan itu, tim tenis putri pada hari yang sama menang W.O atas STIA-LAN. Sempat menang di pertandingan pertama dengan skor tipis 21-19 atas STSN, tim basket putra harus menahan pil pahit kekalahan dengan skor akhir yang sama atas STTD di 38 detik terakhir. Dewi fortuna pun nampaknya tidak berpihak pada tim volley putra yang harus mengalami kekalahan 0-2 (20-25 ; 23 25) atas AKIP. Waktu 1 menit untuk 2 track juga masih terlalu lambat bagi Juli Yadika untuk dapat bersaing dengan atlet panjat tebing lainnya. Dalam sistem pertandingan boulder pun mahasiswa tingkat 2 itu hanya mampu meraih peringkat 8. Setali 3 uang, cabor atletik sprint putra yang diwakili adnan juga harus kalah dengan sprinter-sprinter lainnya.

Saat pulang ke penginapan, senyum lebar menghiasi raut muka seluruh tim atlet bulu tangkis putra dan putri STTN. Menyambung 2 kemenangan manis 2-0 langsung pada pertandingan melawan STPN untuk putra dan STP untuk tim putri. Sikap optimis pun semakin terpancar, mengingat tim bulu tangkis putri berhasil meraih medali pada OPTK tahun lalu di IPDN. Untuk pertandingan selain tenis meja yang mengalami kekalahan atas tim STIA-LAN dan futsal yang dihempaskan juara bertahan STIP, cabor yang diselenggaakan di area kampus STKS seperti catur, scrable dan bridge berhasil melenggang mulus ke babak selanjutnya.


tim bulu tangkis putri berpose setelah bertanding

Untuk cabor bilyard, karena keterbatasan jumlah atlet dengan berat Ebit dan Indrik hanya mengikuti pertandingan sistem 8-ball. Karena pertandingan sistem 9-ball dilakukan diwaktu yang bersamaan. Hasil kekalahan pun diperoleh tim bilyard setelah sempat berselisih dengan pihak panitia. “Kami sudah masukkan bola ke lubang, tapi tidak disahkan karena sebelumnya tidak bilang ke mereka, kalo ingin memasukkan bola itu” ucap Ebit dengan logat Palembangnya.


Pasangan Meki dan Mia sebagai atlet bridge saat bertanding

Pada hari kedua, hanya tersisa 6 cabor untuk kontingen STTN yang bertanding pada babak berikutya. Serentetan kekalahan mulai menghinggapi tim OPTK. Perjuangan heroik tim tenis putri yang sempat menang pada nomor ganda, akhirnya harus dihempaskan 1-2 oleh tim tenis putri STIS. Kompak dengan tim bulu tangkis putra yang mengalami kekalahan 0-2 atas IPDN, tim bulu tangkis putri juga alami hal yang sama atas kampus pencetak SDM bidang statistik. STIS nampaknya memang jadi batu sandungan serius bagi tim OPTK STTN. Bangkit dan Yusuf yang mengikuti cabor catur pun di babak kedua harus dihempaskan oleh atlet-atlet STIS.

Harapan perolehan medali tersisa dari cabor renang, bridge dan scrable. Irsyad sebagai atlet renang baru akan bertanding pada minggu siang. Harapan tim bridge untuk lolos ke babak selanjutnya juga sempat terbuka lebar dengan meraih peringkat tujuh pada sesi kedua. Widya dan Silvy selaku tim scrable juga nampaknya tidak mengalami masalah serius melaju ke babak semifinal. Akan tetapi, perjuangan tim bridge harus terhenti setalah finish di urutan 13 pada sesi ketiga. Tim scrable pun akhirnya dikalahkan oleh STAN, dan harus puas hanya memperoleh perunggu setelah menaklukkan STIP. Atlet-atlet renang dari STAN, STKS dan IPDN yang mendominasi perolehan medali, nampaknya masih terlalu tangguh bagi perenang STTN.


Sumbang medali : Widya dan Silvy Atlet scrable STTN berhasil meraih perunggu

Pada akhir seluruh pertandingan kontingen IPDN tampil sebagai juara pertama sekaligus mempertahankan gelar juara umum OPTK 2012 dengan perolehan 15 medali emas, 8 medali perak dan 4 medali perunggu. Peringkat kedua diisi STAN dengan perolehan 7 medali emas, 6 medali perak dan 2 medali perunggu. Tim OPTK tuan rumah berhasil menjadi pemenang ketiga dengan perolehan 4 medali emas, 2 medali perak dan 5 medali perunggu.

Serangkaian kegiatan OPTK ditutup dengan pegelaran malam keakraban yang diisi dengan penampilan dari perwakilan masing-masing PTK. Namun untuk mengejar waktu keberangkatan kereta, kontingen STTN harus pulang lebih awal. Lalu lintas kota Bandung, saat itu sedang macet-macetnya. Panitia pun akhirnya meminta bantuan polisi untuk mengawal 2 bus yang diisi penuh kontingen STTN. Motor dan mobil patroli jalan raya (PJR) lengkap dengan bunyi sirene memimpin konvoi rombongan, membelah kota kembang menuju stasiun kiaracondong malam itu. Suatu pengalaman yang seru tentunya . (astro)