Yogyakarta, Depkominfo BEM – Bekerja sama dengan departemen pengembangan mahasiswa BEM STTN, Bank Mandiri mengadakan acara Workshop Kewirausahaan bersama Saptuari Sugiharta & Andika Kairuliawan . Acara yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang berpikiran mandiri dengan menjadi wirausaha muda khususnya dikalangan mahasiswa STTN-BATAN ini, diikuti oleh total 125 orang peserta yang berasal dari perwakilan kelas ketiga prodi dan empat angkatan.
Bapak Drs. Supriyono, M.Sc saat memberi sambutan
Tepat pukul 08.30 wib acara dibuka langsung oleh pembantu ketua III Drs. Supriyono, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasikan pihak Bank Mandiri yang telah menyempatkan datang ke kampus STTN-BATAN dan bekerjasama dengan BEM untuk menyelenggarakan acara kewirausahaan seperti ini. “Ini adalah bukti bahwa Bank Mandiri terus menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kewirausahaan dikalangan mahasiswa” Ujarnya.
Dalam workshop yang diselenggarakan sabtu (16/2) kemarin, Bank Mandiri menghadirkan para pemenang kontes ajang tahunan wirausaha muda mandiri (WMM) untuk sharing dan berbagi pengalaman. Satu diantaranya adalah Saptuari Sugiharto (owner Kedai Digital dan Jogist Winner) yang meraih juara pada tahun 2007. Selain itu, hadir pula Andika Kairuliawan (founder & owner balu oto work) yang menjadi pemenang pada tahun 2012 untuk berbagi pengalaman serta kiat-kiat dalam berwirausaha.
Suasana workshop yang penuh dengan para peserta
Pada sesi pertama, Andika Kairuliawan membagikan pengalamannya sebagai pemilik bengkel creative motorcycle accessories yang sempat memodifikasi motor milik Walikota Yogyakrta Bapak Haryadi Suyuti. Pria yang lulus dengan predikat summa cum laude ini, ternyata sejak menjadi mahasiswa sudah menjalani bisnis kecil-kecilan dari berjualan ikan cupang sampai sablon kaos. Sebagai dosen sekaligus pengusaha dalam bidang industri kreatif, menurutnya untuk berwirausaha hendaknya disesuaikan dengan hobi dan kemampuan masing-masing. “Saya memiliki hobi memodifikasi motor dan melihat itu sebagai peluang bisnis” ujarnya dalam sesi presentasi.
Diskusi sesi kedua diisi oleh Saptuari Sugiharto owner Kedai Digital dan Jogist Winner. Pengusaha sekaligus penulis buku Tweet Sadiz Bikin Mringis ini, awalnya sempat jatuh-bangun dan bergonta-ganti bidang dalam mengembangkan usahanya. Sempat berjualan celana gunung dan stiker kampus saat menjadi mahasiswa, bahkan pernah gagal dalam bisnis ayam kampungnya, tidak membuat Saptuari patah semangat dalam berbisnis. Tidak hanya itu, demi meringankan beban orangtua dan membantu biaya adiknya sekolah, pria yang kuliah di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu, juga pernah bekerja serabutan, mulai dari jasa penitipan tas, staf pemasaran radio, hingga menjadi petugas sales kartu seluler.
Akhirnya pada tahun 2005, Saptuari mengambil langkah berani mendirikan Kedai Digital, yaitu perusahaan yang memproduksi barang-barang cendera mata (seperti mug, t-shirt, pin, gantungan kunci, mouse pad, foto dan poster keramik, serta banner) dengan hiasan hasil print digital. Menurut pria bertubuh gempal itu, kesuksesannya merupakan buah dari semangat wirausahanya yang tak kenal putus asa. “Mental pengusaha saya telah terasah sejak masih kuliah. Maklumlah, orang tua hanya buruh pasar berpenghasilan pas-pasan ujarnya dengan mantap.
Acara selanjutnya diisi dengan diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta dapat dilihat dari banyaknya jumlah pertanyaan yang ditujukan kepada para pembicara. Kegiatan yang berakhir siang itu, ditutup dengan penyampaian impian oleh beberapa perwakilan mahasiswa dan pembagian doorprize .(astro)
