Hai elmekers…., gimana kabarnya di semester genap ini? Masih semangat kan ya. Kali ini, aku mau sedikit nyeritain nih gimana serunya kegiatan kunjungan industri hima elektromekanik tahun 2017. Kunjungan industri ini diselenggarakan pada tanggal 15-17 Februari 2017.Tahun ini, kunjungan industri hima elmek diadakan di PT. Barata Indonesia yang terletak di kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan selama kunjungan industri yaitu sebagai berikut. Peserta berkumpul di loby STTN BATAN pada tanggal 15 Februari 2017 pukul 20.30. pada pukul 21.00 peserta berangkat meninggalkan STTN BATAN dengan menaiki bus. Sebelum keberangkatan tak lupa dilakukan doa bersama dan pelepasan oleh ketua STTN yaitu Bapak Edy Giri Rachman Putra, P.Hd.
Setelah kira-kira 9 jam perjalanan, kita sampai di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Disini kita bersih diri, sarapan, dan tak lupa foto bersama. Setelah semuanya selesai, rombongan kunjungan industri melanjutkan perjalan menuju PT. Barata Indonesia yang berada di Jl. Veteran 241 Gresik. Kira-kira pukul 10.00 pagi pada tanggal 16 Februari 2017, rombongan sudah sampai di tempat kunjungan industri. Disana kita langsung masuk ke dalam ruang pertemuan untuk menerima sambutan dan penjelasan dari pihak PT. Barata Indonesia.
Disana kita mendapat banyak penjelasan dari PT. Barata Indonesia, diantaranya yaitu tentang pedoman keselamatan selama kunjungan di pabrik. Jadi selama kita melakukan kunungan di pabrik milik PT. Barata Indonesia, kita harus mengenakan alat perlindungan diri yaitu sepatu, helm, masker, dan rompi. Penjelasan yang selanjutnya yaitu tentang profil dari PT. Barata Indonesia. PT. Barata Indonesia merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bi bidang foundry (pengecoran), manufaktur, dan engineering procurement construction (EPC). Produk yang dihasilkan oleh PT. Baarata Indonesia diantaranya yaitu:
a. Produk-produk foundry/pengecoran: shaft bracket, roll mill, mill stand, riding ring, pinion and roll mill, casing turbine, rudder horn, coupler,truck bolster, truck frame, side frame, and bogie frame.
b. Produk manufaktur: casing turbine, spiral casing hydro turbine, screw blade pump, hollow cone valve, etc.
c. Proyek proyek EPC yang ditangani PT. Barata Indonesia: PLTG Belawan, filtered water tank, airport fueling system, pabrik kelapa sawit, pabrik gula, dll.
Setelah mendengarkan tentang seluk beluk perusahaan, kita diajak berkeliling pabrik. Pabrik di PT Barata Indonesia di bagi menjadi empat blok. Pertama kita akan memasuki kawasan blok 1 yang berisi dapur foundry/pengecoran. Didalam pabrik tersebut sangat panas karena terdapat tidak hanya satu tetapi beberapa dapur foundry yang sedang beroperasi. Yang sedang dikerjakan oleh pekerja di kawasan pabrik 1 yaitu pembuatan komponen kereta api.
Setelah itu, kita akan akan memasuki kawasan pabrik yang ke dua dan ke tiga, disana merupakan tempat pekerja membuat komponen-komponen manufaktur. Di dalam kawasan tersebut kita dapat melihat para pekerja sedang mengerjakan pembuatan alat perata jalan. Selain itu kita dapat melihat berbagai macam traktor yang dibuat oleh oleh PT. Barata Indonesia.
Kawasan pabrik terakhir yang kita kunjungi yaitu kawasan blok 4, disini adalah tempat pembuatan komponen mesin pabrik gula. Sebagai informasi, PT Barata Indonesia sudah bekerja sama dengan banyak pabrik gula yang ada di Indonesia sebagai perusahaan penyuplai manufakfaktur. Setelah berkeliling di empat kawasan pabrik ini, maka berakhirlah kunjungan industri kita di PT Barata Indonesia.
Dari PT. Barata Indonesia, kita melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Gresik untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur dan makan siang. Selesai sholat dan makan siang, kita melanjutkan perjalan menuju Surabaya untuk mengunjungi museum House Of Sampoerna. Disana, kita datang tidak untuk membeli rokok, melainkan untuk mengetahui sejarah bagaimana pendiri pabrik rokok Sampoerna merintis usahanya dari kecil hingga menjadi perusahaan besar seperti saat ini. Di dalam kawasan museum House Of Sampoerna ternyata masih terdapat pabrik rokok milik Sampoerna yang pertama kali, dan sampai saat ini masih beroperasi. Tetapi sayangnya kita tidak bisa melihat para pekerja melinting rokok dikarenakan pabrik hanya beroperasi sampai pukul 13.00.
Setelah puas berkeliling dan foto-foto di museum, kita melanjutkan perjalanan ke Pakuwon Food Junction untuk makan malam. Selama perjalanan menuju Pakuwon, hujan sempat turun, dan terjadi kemacetan yang disebabkan oleh truk-truk trailer yang akan memasuki perusaan dengan memotong jalan, sehingga terjadi antrian kendaraan yang sangat panjang.
Kita sampai di Pakuwon Food Junction sekitar jam 19.00, jadi kita memutuskan untuk melakukan ibadah sholat dahulu. Setelah sholat barulah kita makan malam dengan bebek goreng anget ditemani rintik-rintik hujan, ah nikmatnya…
Selesaimakan malam kita menikmati suasana pakuwon food junction sampai kira-kira pukul 21.00. setelah itu barulah kita bergegas untuk kembali ke Yogyakarta. Kita sampai di kampus STTN BATAN kira-kira pukul 08.30 pagi harinya, maka selesailah kunjungan industri elektromekanik tahun 2017 kali ini.
