
STTN, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN Yogyakarta telah menyelenggarakan Wisuda Program Diploma IV pada hari Kamis tanggal, 13 Agustus 2009 bertempat di Auditorium Kampus STTN-BATAN Jl. Babarsari Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri Dr. Hudi Hastowo selaku Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) juga sekaligus pewisuda, Pejabat BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir), Para Pejabat di lingkungan BATAN, Para Profesor riset PTAPB-BATAN, Pimpinan PEMDA DIY dan Jawa Tengah, Pimpinan Perguruan Tinggi, Pengusaha Industri Nuklir, Pengurus Alumni PATN/STTN-BATAN, Wali Wisudawan dan Undangan lain. Dalam rapat Senat Terbuka kali ini Prof. Dr. Kris Tri Basuki selaku Ketua STTN dan Ketua Senat beliau melaporkan bahwa selain Wisuda Sarjana Sains Terapan Bidang Teknologi Nuklir oleh Kepala BATAN juga Penyerahan Surat Ijin Bekerja Petugas Proteksi Radiasi (SIB-PPR) oleh Kepala BAPETEN yang diwakili oleh Dr. Martua Sinaga selaku Deputi Perijinan-BAPETEN.

Adapun Wisuda Kali ini STTN berhasil meluluskan 70 (tujuh puluh)
Sarjana Sains Terapan (SST) terdiri dari 30 orang dari Jurusan
Teknokimia Nuklir dan 40 orang dari Jurusan Teknofisika Nuklir. 30
orang Wisudawan Jurusan Teknokimia Nuklir terdiri dari 28 peserta
program reguler dan 2 orang peserta program ekstensi tugas belajar
BATAN.
Wisudawan dari Jurusan Teknofisika Nuklir berjumlah 40 orang dibagi dua Program Studi yaitu: 1). Program Studi Elektronika Instrumentasi 26 orang (21 orang peserta program reguler, 3 orang peserta program ekstensi, dan 2 orang peserta diantaranya Tugas Belajar BATAN).
2). Program Studi Elektromekanika 14 orang (11 orang peserta program reguler dan 3 orang peserta program ekstensi dari tugas belajar BATAN). Dengan demikian wisudawan yang sudah berstatus PNS ada 7 orang dan yang berasal dari umum 63 orang.
Dari 70 orang wisudawan 10 diantaranya memperoleh sebutan Dengan Pujian, yang diberikan kepada lulusan yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif ≥3,51.
Wisudawan yang memperoleh Sebutan Dengan Pujian masing-masing 7 wisudawan dari Program Studi Teknokimia Nuklir atasnama: Triani Widyaningrum, Rizqi Dian Aristi, Mutia Anggraini, Ida Yusnaini, Ani Budiarti, Kiosa Puspita Remajayanti dan Merita, 2 wisudawan dari Program Studi Elektronika Instrumentasi atasnama : Singgih Eko Prihantono, Agus Juwana, dan 1 wisudawan dari Program Studi elektromekanik atasnama Imam Mustawi.
Untuk memperoleh Sebutan Sarjana Sains Terapan dari STTNBATAN, mahasiswa harus menempuh kurikulum sesuai dengan Program Studi yang diikuti seperti harus melaksanakan Tugas Akhir, Ujian Komprehensif sampai dinyatakan lulus, melaksanakan Seminar dan memiliki Nilai TOEFL minimal 450. Mulai bulan Nopember 2007 ujian pendadaran tugas akhir dilaksanakan menggunakan Bahasa Inggris. Oleh karena itu, diharapkan lulusan ini dapat menjadi Sarjana Sains Terapan (SST) yang ahli dalam bidang Iptek khususnya Iptek Nuklir di Indonesia, memiliki daya saing yang tinggi, dan mampu berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.
*** Joko Haendarto, STTN-BATAN Yogyakarta